SEMARANG (Jatengdaily.com) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Semarang (USM) menggelar Pelatihan Literasi Keuangan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada 26 November 2025.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua Windasari Rachmawati, anggota Hani Krisnawati, Muhammad Iqbal, Abdul Karim, dan Iskandar Bukhori.
Menurut Windasari, pengelolaan keuangan menjadi kunci keberhasilan usaha dalam jangka panjang.
”Selama ini UMKM sering fokus pada penjualan tetapi kurang dalam pencatatan dan evaluasi keuangan. Padahal, laporan keuangan sederhana sangat menentukan kemampuan usaha untuk bertahan, berkembang, dan mengakses pembiayaan,” ujarnya.
Dia mengatakan, peserta diberikan materi meliputi pencatatan keuangan sederhana, penyusunan laporan laba rugi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengelolaan arus kas, serta perencanaan keuangan usaha.
”Peserta juga memperoleh modul dan contoh buku kas yang dapat diaplikasikan dalam aktivitas usaha sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Iskandar Bukhori. Menurutnya, pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha sangat penting.
”Banyak UMKM tidak berkembang bukan karena produk kurang laku, tetapi karena arus kas tidak terkontrol. Ketika keuangan tercampur, pelaku usaha kehilangan kemampuan menganalisis laba, modal, dan kebutuhan investasi,” jelasnya.
Dia berharap, kegiatan itu dapat meningkatkan kemampuan manajemen keuangan UMKM di Lamper Kidul sehingga lebih siap menghadapi tantangan bisnis, mengembangkan skala usaha, serta mengakses pembiayaan perbankan maupun digital.
”Kami berkomitmen untuk melakukan monitoring dan pendampingan lanjutan bagi UMKM yang membutuhkan konsultasi seputar keuangan usaha,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi praktik pencatatan langsung menggunakan transaksi usaha masing-masing peserta.
Tim PkM mendampingi satu per satu untuk memastikan peserta memahami langkah-langkah pencatatan keuangan yang benar dan mudah diterapkan.
Salah satu peserta, Mulya Sari mengatakan, pihaknya sangat senang, karena memperoleh tambahan ilmu dari dosen USM. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat manfaat bagi pelaku UMKM.
”Kami jadi tahu cara membuat pembukuan dan menghitung untung rugi. Selama ini hanya menghafal dan menebak-nebak. Pelatihan ini membuat kami lebih yakin dalam menentukan harga jual dan mengatur modal,” tuturnya.
0



