SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebagai upaya membekali generasi muda dengan daya juang dan kepercayaan diri yang lebih baik, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan psikoedukasi bertajuk “Psikoedukasi Character Strength”.
Kegiatan ini diikuti oleh 108 siswa kelas XI SMK PGRI 01 Semarang pada 12 Juni 2025.
Tim PkM USM yang diketuai oleh Hermiana Vereswati, S.Psi., M.Psi., beranggotakan Dewi Puspita Sari, S.Psi., M.Si., dan Adiprana Yogatama, M.Hum. Pelatihan ini dilatarbelakangi hasil wawancara dengan pihak sekolah yang mengungkapkan bahwa sebagian siswa mengalami kepercayaan diri rendah, sikap pesimis, serta lemahnya daya juang dalam merencanakan masa depan karier.
“Dari hasil pre-test yang kami lakukan, terlihat bahwa beberapa siswa memiliki skor rendah dalam hal character strength,” jelas Hermiana. “Karena itu, kami menyusun materi pelatihan berdasarkan lima aspek kekuatan karakter utama.”
Kelima aspek tersebut adalah intelligence strength, temperance strength, transcendence strength, leadership strength, dan other strength. Masing-masing aspek disampaikan oleh para pemateri melalui pendekatan yang interaktif dan menyentuh sisi emosional siswa.
Dalam sesi leadership strength, Dewi Puspita Sari menjelaskan pentingnya proses menjadi pemimpin yang baik dan bijak. “Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memimpin orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Adiprana Yogatama mengangkat materi other strength, yang mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dan pentingnya memberi maaf. Salah satu bagian paling menyentuh dari pelatihan adalah saat diputar video pendek bertema nilai kemanusiaan. Beberapa siswa tampak terharu hingga menitikkan air mata.
“Video itu kami tampilkan agar mereka bisa melihat bahwa kebaikan kecil yang kita tanam hari ini akan memberi dampak luar biasa di masa depan,” tutur Adiprana.
Di akhir kegiatan, siswa diberikan post-test untuk mengukur pemahaman mereka setelah mengikuti pelatihan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya kekuatan karakter dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam merancang masa depan.
“Ini menjadi bukti bahwa psikoedukasi berbasis penguatan karakter mampu memberikan dampak positif bagi remaja, khususnya dalam membentuk mental yang lebih kuat dan optimis,” pungkas Hermiana. St


