By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tingkatkan Kesiapsiagaan, Pemprov Jateng Perluas Pelatihan Kebencanaan bagi Difabel
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Pemprov Jateng Perluas Pelatihan Kebencanaan bagi Difabel

Last updated: 8 Agustus 2025 06:50 06:50
Jatengdaily.com
Published: 8 Agustus 2025 08:00
Share
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, saat Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 kali PMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Foto: dok
SHARE

SALATIGA (Jatengdaily.com)- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama Palang Merah Indonesia (PMI), terus mengupayakan akses pelatihan tanggap kebencanaan, bagi para difabel di wilayahnya. Hal itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan ketika ada kejadian bencana.

“Kawan-kawan difabel benar-benar ikut andil, bukan hanya mendonorkan darah. Akan tetapi juga dilatih oleh PMI dan BPBD dalam (pelatihan) kebencanaan yang ada di Jawa Tengah,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, saat Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 kali Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten/kota se-Jawa Tengah, di Auditorium Univesitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Kamis (7/8/2025).

Sejauh ini, kata Taj Yasin, pelatihan kebencanaan bagi difabel terus diperluas. Dari 35 kabupaten/ kota di Jateng, tinggal delapan daerah yang akan dijangkau.

“Yang belum, Insyaallah pada tahun ini akan ditambahkan lagi. Jadi, kebencanaan ini tidak memandang difabel atau tidak. Akan tetapi mereka harus benar-benar tanggap,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Sekretaris Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDi PB), Kabupaten Semarang, Ratna W mengatakan, layanan inklusi difabel pada bidang kebencanaan sangat penting, supaya ketika ada kejadian bencana bisa terlayani dengan baik.

Sejauh ini, lanjut dia, layanan kebencanaan masih memakai standar umum. Padahal, masing-masing difabel memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karenanya, keterlibatan para panyandang difabel dalam pelatihan kebencanaan ini sangat penting, supaya bisa memberi warna pada praktik inklusinya.

Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut, terdapat 2.140 orang penerima penghargaan. Mereka terdiri dari 1.614 pendonor sebanyak 50 kali, dan 526 pendonor sebanyak 75 kali.

Dalam kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng menyalurkan 10 unit kursi roda, 10 pasang kruk atau alat bantu jalan, 10 paket Al-Qur’an braille untuk Yayasan Komunitas Sahabat Mata, dan penyaluran dana untuk pembangunan Rumah Sahabat untuk semua ragam disabilitas Rp20 juta.

Selanjutnya, penyaluran dana kebencanaan untuk wilayah Sirampok, Kabupaten Brebes, dari PMI se-Jawa Tengah, sebesar Rp190,5 juta. she

You Might Also Like

Kasus Aktif COVID-19 Turun Signifikan
361 Petani di Rembang Difasilitasi Garap Lahan Seluas 119.25 Hektar Milik Semen Gresik
Hadapi Jepang dan Arab Saudi, Timnas Indonesia Panggil 27 Pemain
Mulai Besok Tarif Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Jadi Rp 30 Ribu
Pj Gubernur Jateng Gelorakan Semangat Juang Santri pada Upacara HSN 2024 di Blora
TAGGED:Pelatihan Kebencanaan bagi Difabelwagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?