Turunnya Minat Baca Jadi Topik Dialog Publik TVRI Jateng

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Guna menyoroti persoalan krusial menurunnya minat baca masyarakat Indonesia, TVRI Jawa Tengah akan menayangkan Dialog Publik secara langsung pada Rabu, 9 Juli 2025, pukul 17.00–18.00 WIB. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Suwondo, Kepala Perpustakaan dan Undip Press, serta Gunoto Saparie, Ketua Umum Satupena Jawa Tengah. Sebagai moderator adalah Irin Riany, penyiar TVRI Jateng.
Dalam siaran pers yang disampaikan di Sekretariat Satupena Jawa Tengah, Jalan Taman Karonsih I, Semarang, Gunoto Saparie menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan TVRI Jawa Tengah untuk menjadi narasumber dalam dialog tersebut.
“Ini adalah kehormatan besar. Saya mengapresiasi langkah TVRI Jawa Tengah yang memberi ruang untuk membahas isu serius seperti rendahnya minat baca masyarakat. Ini bukan sekadar masalah budaya, tapi sudah menjadi tantangan pembangunan intelektual bangsa,” katanya.
Gunoto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi literasi di Indonesia. Mengutip data dari UNESCO, ia menyebut hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan membaca. Artinya, hanya 1 dari 1000 orang yang benar-benar gemar membaca.
“Ini angka yang sangat memprihatinkan. Kita tengah menghadapi krisis literasi yang tidak bisa dianggap remeh. Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya bisa panjang terhadap kualitas sumber daya manusia kita,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Gunoto memetakan sejumlah faktor penyebab rendahnya minat baca di masyarakat, mulai dari kurangnya motivasi pribadi, minimnya kebiasaan membaca sejak dini, hingga lingkungan yang kurang mendukung.
“Banyak remaja yang tidak memiliki minat membaca. Mereka lebih akrab dengan gawai dan media sosial. Di sisi lain, budaya membaca belum mengakar dalam rumah tangga. Orang tua tidak memberikan contoh. Akibatnya, membaca dianggap sebagai kegiatan yang asing atau bahkan membosankan,” paparnya.
Ia juga menyoroti faktor eksternal seperti keterbatasan akses terhadap buku dan fasilitas literasi, terutama di daerah terpencil. “Tidak semua daerah punya perpustakaan atau toko buku. Ditambah lagi, harga buku yang mahal jadi hambatan tersendiri bagi masyarakat menengah ke bawah,” ujar Gunoto.
Tak hanya itu, ia juga menyebut adanya stigma sosial bahwa orang yang rajin membaca dianggap kuper atau kurang bergaul. “Ini persepsi yang harus diluruskan. Minat baca seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup modern dan cerdas,” tegasnya.
Gunoto tak menampik bahwa kemajuan teknologi menjadi faktor signifikan dalam menurunnya minat baca. Gadget dan media sosial kini menjadi hiburan utama yang mengalihkan perhatian dari aktivitas membaca.
“Teknologi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung literasi, bukan sebaliknya. Kita perlu membangun ekosistem literasi digital yang sehat agar teknologi menjadi alat bantu, bukan pengalih fokus,” tambahnya.
Dalam dialog yang akan disiarkan langsung ini, Suwondo dan Gunoto akan berbagi pandangan, solusi konkret, serta langkah-langkah kolaboratif yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, media, hingga masyarakat umum.
TVRI Jawa Tengah berharap, program ini dapat menjadi ruang edukasi publik dan pemicu kesadaran kolektif akan pentingnya budaya membaca sebagai pilar kemajuan bangsa. Dialog ini terbuka untuk publik melalui siaran langsung di kanal TVRI Jateng dan juga dapat disaksikan melalui platform digital TVRI.
📺 Catat Waktunya!
📌 Dialog Publik TVRI Jawa Tengah
📆 Rabu, 9 Juli 2025
🕔 Pukul 17.00–18.00 WIB
🎙️ Tema: Menurunnya Minat Baca Masyarakat
👥 Narasumber: Suwondo (Kepala Perpustakaan dan Undip Press), Gunoto Saparie (Ketua Umum Satupena Jawa Tengah), Irin Riany (Host/Penyiar TVRI Jawa Tengah) St