UMKM Kota Surakarta Naik Kelas melalui Program MR DIY Indonesia dan BEDO

5 Min Read
Rika Juniaty Tanzil, Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia (tiga dari kanan); Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian Kota Surakarta Agung Riyadi (tengah); Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Keuangan dan Pembangunan Ir. Eko Nugroho Isbandijarso (tiga dari kiri), dan puluhan pelaku UMKM kota Surakarta. Foto: dok

SOLO (Jatengdaily.com)- PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia), peritel perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia, bersama Yayasan BEDO (Business & Export Development Organization) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian kota Surakarta, resmi menutup rangkaian program UMKM Tumbuh Bersama 2025 yang telah berjalan sejak Agustus hingga Desember.

Inisiatif kolaboratif ini merupakan bagian dari komitmen MR.D.I.Y. Indonesia dalam mendukung pemberdayaan UMKM serta pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama empat bulan, para pelaku usaha mengikuti rangkaian pelatihan yang komprehensif mulai dari perencanaan bisnis, pengembangan kapasitas digital, pemanfaatan teknologi dan AI untuk UMKM, hingga pembekalan mengenai praktik usaha berkelanjutan berbasis Environment, Social, Governance (ESG).

Tingginya partisipasi mencerminkan kebutuhan UMKM akan pendampingan terstruktur untuk meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.

Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, menyampaikan, sangat mengapresiasi para pelaku UMKM di Surakarta, Sumatera Barat dan Banyuwangi yang telah berpartisipasi aktif dalam program ini.

Program yang kami rancang bersama BEDO dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan di setiap daerah tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi untuk membuka peluang baru melalui praktik usaha berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi modern. Kami percaya UMKM yang kuat akan memperkuat ekonomi daerah, dan MR.D.I.Y. Indonesia berkomitmen untuk terus hadir menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Jeff Iskandarsjah, Ketua Yayasan BEDO, menambahkan, “Program ini membuktikan bahwa ketika sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM bergerak bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar.

”Kami melihat langsung bagaimana para pelaku usaha di Surakarta menunjukkan semangat belajar yang luar biasa, membuka diri terhadap inovasi, dan berkomitmen meningkatkan kualitas usahanya. Harapan kami, pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti di sini, tetapi terus diterapkan sehingga UMKM dapat tumbuh lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. BEDO akan terus mendampingi dan mendorong kolaborasi seperti ini untuk memperkuat ekosistem UMKM di berbagai daerah,” jelasnya.

Program UMKM Tumbuh Bersama yang diinisiasi MR.D.I.Y. Indonesia dan Yayasan BEDO di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Banyuwangi dan Surakarta mendapatkan capaian yang positif, antara lain:

● Sebanyak 316 UMKM, termasuk dengan 20 peserta penyandang disabilitas telah mengikuti rangkaian pelatihan intensif (109 peserta UMKM dari Kota Surakarta), mencakup pelaku UMKM dari kategori Food & Beverage, Fashion, dan Craft.
● 150 UMKM terpilih mengikuti pelatihan lanjutan dalam kegiatan penutupan program.
● 90 UMKM menghasilkan draft awal Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report).
● Peningkatan kapasitas peserta dalam memanfaatkan teknologi, termasuk penerapan AI untuk efisiensi operasional.
● Penguatan kesadaran UMKM mengenai prinsip bisnis berkelanjutan melalui materi ESG.
● Terbangunnya jejaring usaha yang lebih solid antara UMKM, pemerintah daerah, dan pelaku industri.

Penutupan Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 turut dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM dari Kota Surakarta yang telah mengikuti kelas selama beberapa bulan terakhir. Selain itu, dalam acara ini turut dihadiri oleh Bapak Ir. Eko Nugroho Isbandijarso, M.Si., Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Keuangan dan Pembangunan yang mewakili Bapak Respati Achmad Ardianto, Wali Kota Surakarta serta Bapak Agung Riyadi, S.Sos, S.H, M.M., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian Kota Surakarta untuk memberikan sambutan resmi dan apresiasi atas hadirnya program UMKM Tumbuh Bersama 2025.

“Kami melihat program ini sebagai inisiatif strategis yang tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis pelaku UMKM, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir usaha yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Kami memberikan apresiasi kepada MR.DI.Y. Indonesia bersama Yayasan BEDO atas peran aktifnya dalam membangun ekosistem kolaboratif antara dunia usaha, lembaga pengembangan, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM. Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus diperkuat dan diperluas untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing.” ujar Respati Achmad Ardianto, Wali Kota Surakarta.

Rangkaian acara penutupan yang digelar selama dua hari menghadirkan berbagai sesi interaktif, termasuk presentasi capaian program, lokakarya penyusunan Sustainability Report yang dipimpin dan dilatih oleh Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia, serta sesi berbagi pengalaman dari UMKM terpilih mengenai transformasi bisnis yang mereka rasakan selama mengikuti program.

“Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal adalah bagian dari komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Semoga keterampilan yang dipelajari selama empat bulan ini dapat membantu para pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing dan memperluas peluang usaha mereka ke depannya,” tutup Edwin. she

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.