SUSUKAN (Jatengdaily.com) — Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.
Melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), UNNES melanjutkan program pengabdian masyarakat bertema “Revitalisasi Peran Strategis Tim DSSJ melalui Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pemberdayaan Dukungan Sosial bagi Masyarakat Desa Ketapang.”
Tahun ini, fokus utama diarahkan pada penguatan dukungan sosial bagi keluarga yang memiliki anggota Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Penguatan Program Tim DSSJ. Foto:dok
Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengembangkan ekosistem dukungan sosial yang lebih kokoh.
Upaya tersebut juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas Tim Dukungan Sosial Sahabat Jiwa (DSSJ) agar semakin siap menjadi garda terdepan pendampingan psikososial di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Ketapang, dipimpin oleh Zakki Nurul Amin, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen pengabdi: Woro Apriliana Sari, S.Psi., M.Si., Indrajati Kunwijaya, M.Pd., Viona Ramadani, Novelia Ramadhani, Firda Rinda Widyaningrum, dan pemateri Dr. Muslikah, S.Pd., M.Pd.
Peserta berasal dari unsur Tim DSSJ, perangkat desa, tenaga puskesmas, RT/RW, hingga kader penggerak masyarakat. Dinamika lintas sektor ini menjadi landasan penting dalam penguatan layanan sosial dan psikologis di tingkat desa.
Diskusi Lintas Sektor dan Pelatihan PFA
Forum diskusi menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk memetakan capaian dan tantangan yang selama ini dihadapi dalam pendampingan keluarga ODGJ.
Melalui serangkaian dialog, lahir rencana tindak lanjut yang disepakati bersama dan siap diimplementasikan oleh pemerintah desa, tenaga kesehatan, maupun relawan masyarakat.
Selain itu, Tim UNNES memberikan pelatihan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan sahabat ODGJ serta Psychological First Aid (PFA)—sebuah keterampilan dasar pertolongan psikologis yang sangat relevan dikuasai oleh kader di lapangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan kolaboratif ke Puskesmas Susukan untuk memastikan terbangunnya jejaring layanan kesehatan mental yang berkelanjutan.
Respons Para Pemangku Kepentingan
Ketua tim pengabdi, Zakki Nurul Amin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata peran UNNES dalam memperkuat ekosistem sosial masyarakat desa. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat menjadikan Tim DSSJ semakin solid sebagai ujung tombak pendampingan keluarga ODGJ.
Kepala Desa Ketapang, Muhammad Ni’am, S.T., menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNNES yang dinilai memperkuat kerja sama antar lembaga desa dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dukungan sosial.
Sementara itu, Ketua DSSJ Desa Ketapang, Taufiq Nurahman, menilai pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena memperjelas pedoman kerja serta memperkuat jaringan layanan kesehatan mental di desa.
Kontribusi terhadap SDGs
Program pengabdian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya peningkatan layanan kesehatan mental sejalan dengan SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.
Pemberdayaan kelompok rentan yang dilakukan secara berkesinambungan mendukung SDG 10 mengenai pengurangan kesenjangan.
Sementara prinsip kolaborasi lintas sektor yang terbangun sepanjang kegiatan mencerminkan semangat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui langkah-langkah kolektif ini, Desa Ketapang diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam membangun ketahanan sosial berbasis kolaborasi, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendampingi keluarga dengan anggota ODGJ secara lebih manusiawi dan berkelanjutan. St