By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Wali Kota Agustina Wilujeng Targetkan Kemiskinan di Semarang Turun Jadi 2,9% di 2030
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wali Kota Agustina Wilujeng Targetkan Kemiskinan di Semarang Turun Jadi 2,9% di 2030

Last updated: 25 Oktober 2025 14:32 14:32
Jatengdaily.com
Published: 24 Oktober 2025 07:31
Share
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam Rakor Penanganan Kemiskinan di Hotel UTC Kamis (23/10/2025). Foto: Pemkot Semarang
SHARE

 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam Rakor Penanganan Kemiskinan di Hotel UTC Kamis (23/10/2025). Foto: Pemkot Semarang

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, penanggulangan kemiskinan masih menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sampai tahun 2030 mendatang. Seperti diketahui, saat ini angka kemiskinan di ibu kota Jateng ini di angka 3,3 persen, dan targetnya bisa turun menjadi 2,9 persen di tahun 2030 mendatang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menjelaskan jika kemiskinan ini harus diupayakan oleh berbagai pihak. Pemkot Semarang kata dia, tidak bisa menyelesaikannya sendirian.

“Harus ada peran dari berbagai pihak, misal akademisi, sektor swasta, untuk membatu mengurangi angka kemiskinan ini,” katanya dalam Rakor Penanganan Kemiskinan di Hotel UTC, Kamis (23/10/2025).

Agustina menargetkan, angka kemiskinan bisa turun diangka 2,9 persen pada tahun 2030. Saat ini sendiri angka kemiskinan di ibu kota Jateng masih diangka 3,3 persen. Salah satunya upaya intervensinya adalah peningkatan ekonomi masyarakat. “Pelaku UMKM ini harus dibantu, caranya gimana harus dibeli agar mereka bisa berdaya,” bebernya.

Dengan rakor tersebut, lanjut Agustina bakal ada kajian dari akademisi yang nantinya akan digunakan Pemkot sebagai langkah kebijakan. Dia menyebut Semarang Utara, merupakan salah satu kecamatan dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

“Akademisi bisa bikin kajian, ini harus ditangkap dan dipakai. Faktor kemiskinan ini, adalah ekonomi yang tidak bisa mengalami pertumbuhan,” pungkasnya.

Kembangkan Potensi Ekonomi
Sementara itu, Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa menjelaskan jika faktor kemiskinan yang ada di Kota Semarang dikarenakan rendahnya daya dukung wilayah. Sebut saja wilayah Semarang Utara dan Gayamsari yang merupakan kantong kemiskinan, lantaran kerap terjadi genangan.

“Kita lakukan intervensi, ada 13 program seperti kependudukan, aspek sanitasi, tempat tinggal, permodalan, infastruktur lingkungan, ini harus dipenuhi agar mereka bisa berdaya,” ujarnya.

Potensi ekonomi lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda ini, juga harus dikembangkan atau di upgrade agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian.

Misalnya di Semarang Utara ada sentra pengasapan ikan, Jomblang Candisari, ada penanganan sampah. Bangetayu Genuk ada potensi jajanan pasar, yang memerlukan support dan kolaborasi agar mendongkrak perekonomian warga.

Dinas Kesehatan, kata dia, juga telah melakukan pemetaan peta resiko wilayah terhadap 14 penyakit, yang ada di kantong wilayah dengan angka kemiskinan tinggi. Pemetaan ini, bahkan sudah mencakup sampai tingkat RW, sehingga mudah dilakukan pencegahan dan intervensi.

“Kolaborasi ada dengan kesehatan, lalu pengikatan SDM, bagaimana potensi lokal bisa diupgrade dan kembangkan agar ekonomi meningkat serta kemiskinan bisa dikurangi,” bebernya. she

You Might Also Like

PSIS Pinjam Meru Kimura dari Rans Nusantara
Tim PkM Fakultas Psikologi USM Beri Pelatihan Mindfulness ke Guru-Guru PAUD Ananda Sendangmulyo
Antisipasi Banjir Tidak Terulang, Wali Kota Semarang Pastikan Tanggul Kali Plumbon Segera Diperbaiki
Cegah Penyakit Tak Menular dengan Germas
Warga Cluster Bondol Serahkan Lumbung Pangan di Kelurahan Mangunharjo ke 180 KK
TAGGED:Agustina WilujengKemiskinan di Semarang turunRakor Penanganan Kemiskinanwali kota semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?