By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Warga Rawa Pening Dilatih Olah Enceng Gondok Jadi Bio Briket dan Paving Block
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Warga Rawa Pening Dilatih Olah Enceng Gondok Jadi Bio Briket dan Paving Block

Last updated: 31 Oktober 2025 17:23 17:23
Jatengdaily.com
Published: 27 Mei 2025 06:30
Share
Petani di sekitar Rawa Pening mengangkut eceng gondok. Foto:dok
SHARE
Petani di sekitar Rawa Pening mengangkut eceng gondok. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Bank Jateng, untuk memberdayakan warga sekitar Rawa Pening, Kabupaten Semarang, dalam mengolah gulma enceng gondok menjadi bio briket dan paving block.

Pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan dan bantuan alat pengolahan enceng gondok menjadi bio briket dan paving block. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Bukit Cinta, Kawasan Rawa Pening, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin, 26 Mei 2025.

“Selamat kepada warga di sekitar Rawa Pening. Biar tidak pening terus, harus kita bantu. Ini bentuk upaya memberdayakan masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi saat penyerahan bantuan.

Pernyataan Ahmad Luthfi tersebut didasari pada data bahwa Rawa Pening telah menghadapi beberapa masalah. Salah satunya adalah pertumbuhan enceng gondok yang sangat cepat. Hasil penelitian tahun 2021 menyebutkan pertumbuhan enceng gondok mencapai 1 meter persegi dalam jangka waktu 21-28 hari.

Upaya pembersihan sudah dilakukan sejak tahun 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana dan TNI. DI tahun tersebut dilakukan pembersihan enceng gondok seluas 550 hektar, tahun 2021 seluas 450 hektar, tahun 2022 seluas 200 hektar, tahun 2023 seluas 130 hektar dan tahun 2024 seluas 263,5 hektar.

Masyarakat sekitar selama ini juga sudah memanfaatkan enceng gondok untuk berbagai kerajinan. Mulai tas, tempat tisu, meja-kursi, dan lainnya, bahkan beberapa kerajinan sudah masuk pasar ekspor. Namun pertumbuhan yang cepat enceng gondok tetap meninggalkan permasalahan sehingga butuh inovasi baru untuk memanfaatkan.

“Adanya paving block dan bio briket dari enceng gondok ini suatu kreativitas yang patut disyukuri. Saya harap kalau bisa lebih banyak (menggunakan meterial enceng gondok) itu akan lebih bagus,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, keterlibatan Fakultas Teknik UNS dan Bank Jateng dalam memberikan pelatihan pembuatan bio briket dan paving block itu sangat bagus. Hal itu merupakan bagian dari kerja sama yang dijalin oleh Pemprov Jateng dengan UNS.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Irwan Trinugroho mengatakan, program tersebut merupakan salah satu turunan dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditandatangani antara Rektor UNS dengan Pemprov Jateng.

“MoU dengan Pemprov Jateng secara general, kemudian dari situ diturunkan menjadi beberapa perjanjian kerja sama, salah satunya adalah ini. Sinergi untuk pemberdayaan Rawa Pening. Programnya pemberian pelatihan dari enceng gondok menjadi bio briket dan paving blok,” katanya.

Irwan menjelaskan, potensi enceng gondok di Rawa Pening sangat besar untuk diolah dari gulma menjadi barang serbaguna. Bio briket sendiri bisa menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dikomersialisasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Apalagi bahan baku enceng gondok di Rawa Pening melimpah, sehingga masyarakat bisa mengambilnya tanpa biaya.

“Kalau kemudian bisa diproduksi secara massal, bisa diproduksi menjadi sumber pendapatan masyarakat di sekitar Rawa Pening,” jelasnya.

Saat ini bantuan alat pengolahan enceng gondok menjadi bio briket dan paving block masing-masing satu unit. Alat tersebut diberikan kepada masyarakat atas dukungan dari Bank Jateng. Untuk membuat satu kotak bio briket seberat 1 kg dibutuhkan enceng gondok sebanyak 100 gram.

“Bio briket yang dihasilkan saat ini masih skala rumah tangga. Kalau nanti sudah bisa diproduksi secara massal, maka harganya bisa jauh lebih rendah dibandingkan bahan baku bio briket lainnya, karena bahan baku tidak berbayar, tinggal ambil dan menguntungkan untuk Rawa Pening sendiri,” ujarnya. she

You Might Also Like

Pesan Ganjar Pada Pramuka: Jadilah Generasi Milenial yang Mampu Berkarya
Ismaya Group Buka Gerai Kitchenette di Semarang, Tawarkan Hidangan ala Western
Presiden Jokowi Lepas Ekspor Perdana 16 Ribu Pasang Sepatu Hoka ke AS
Film Jokotole Mendapat Dukungan dari Bupati Bangkalan
Semen Gresik Gelar SG Goes To School di 11 Sekolah Dasar di Kabupaten Rembang dan Blora
TAGGED:Bio BriketEnceng GondokPaving BlockRawa Pening
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?