DEMAK (Jatengdaily.com)– Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Demak. Salah satunya melalui Pemilihan Duta Literasi Pelajar Kabupaten Demak Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusar) Kabupaten Demak dalam rangkaian peringatan HUT ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Sebanyak 31 pelajar dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta, mengikuti ajang tersebut. Mereka tidak hanya dituntut memiliki wawasan luas, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta komitmen untuk mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kepala Dinperpusar Kabupaten Demak Agung Hidayanto mengatakan, perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku, melainkan juga ruang belajar, pusat informasi, kreativitas, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Literasi bukan sekadar membaca, tetapi bagaimana membuka wawasan, membangun pengetahuan, dan menciptakan masa depan,” ujarnya, Rabu (04/11/2026).
Kabid Perpustakaan Siswati Tri Pudjiastuti selaku penyelenggara menjelaskan, pemilihan duta literasi bertujuan menjaring pelajar yang memiliki pengetahuan, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap perkembangan literasi. Duta yang terpilih nantinya diharapkan menjadi teladan, motivator, sekaligus mitra Dinperpusar dalam mengampanyekan gerakan literasi di Kabupaten Demak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan generasi muda yang bisa menjadi inspirasi sekaligus penggerak budaya literasi, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.
Proses pemilihan dilaksanakan melalui empat tahapan, yakni seleksi administrasi, tes tertulis, penulisan esai, serta presentasi dan wawancara. Pada tahap presentasi dan wawancara, kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan, wawasan, kreativitas, serta kesiapan menjalankan tugas sebagai duta literasi menjadi aspek yang digali lebih mendalam.
Dalam ajang tersebut, SMA Negeri 1 Demak berhasil meraih juara pertama dan juara ketiga, sedangkan juara kedua diraih SMA Negeri 1 Mijen. Para pemenang diharapkan mampu menjalankan peran lebih luas dengan mengajak teman sebaya membangun kebiasaan membaca dan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan.
“Dengan lahirnya Duta Literasi Pelajar dan penguatan peran perpustakaan, diharapkan tumbuh generasi Demak yang cerdas, kreatif, kritis, dan berdaya saing,” imbuh Agung Hidayanto.
Lebih lanjut dia menambahkan, penguatan literasi juga dilakukan melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melalui program tersebut, perpustakaan didorong menjadi ruang bersama yang terbuka dan bermanfaat, termasuk untuk pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, literasi digital, kegiatan membaca keluarga, hingga pelestarian budaya lokal. rie-she



