Aksi Nyata Wali Kota Semarang, Sulap Pantai Tirang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

2 Min Read
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir dalam kegiatan Aksi Bersih dan Tanam Cemara Laut yang diselenggarakan Karang Taruna Kecamatan Tugu, Minggu (12/7), di kawasan pesisir Pantai Tirang, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir dalam kegiatan Aksi Bersih dan Tanam Cemara Laut yang diselenggarakan Karang Taruna Kecamatan Tugu, Minggu (12/7), di kawasan pesisir Pantai Tirang, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Pantai Tirang Untuk Bumi: Kolaborasi Hijau untuk Desa Wisata Mangrove Tapak” ini diikuti sekitar 150 peserta, terdiri ⬆ pengurus Karang Taruna, komunitas lingkungan, pelajar, masyarakat lokal, pelaku UMKM, serta instansi pemerintah.

Rangkaian kegiatan dimulai di Tapak Tugu. Agustina Wilujeng disambut warga, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir, dengan Wali Kota menjadi pihak pertama yang membubuhkan tanda tangan, diikuti perwakilan Karang Taruna dan unsur masyarakat lainnya.

Di lokasi yang sama, Agustina secara simbolis menyerahkan 200 bibit cemara laut kepada Ketua Karang Taruna Kecamatan Tugu, sebelum menanamnya bersama-sama.

Saat menyerahkan bibit, Agustina Wilujeng berpesan agar Karang Taruna bertanggung jawab merawat bibit cemara laut yang telah ditanam.

“Setelah ini karang taruna tugasnya merawat, ya. Nanti setahun lagi saya datang, harus sudah tumbuh,” ujar Agustina.

Rombongan kemudian menyeberang menggunakan perahu menuju Pantai Tirang. Di lokasi kedua ini, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai dan penanaman cemara laut secara bersama-sama oleh seluruh peserta.

Mengusung semangat “Bersinergi untuk Laut yang Bersih, Pesisir yang Lestari, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”, Aksi Bersih dan Tanam Cemara Laut ini merupakan bagian dari upaya konservasi ekosistem pesisir Pulau Tirang, sekaligus mendukung pengembangan kawasan tersebut menjadi desa wisata mangrove yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisata dan penguatan ekonomi warga melalui sektor UMKM di sekitar lokasi.

Pemerintah Kota Semarang menyatakan dukungannya terhadap inisiatif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sejalan dengan komitmen bersama yang telah ditandatangani seluruh pihak, sebagai bagian dari ikhtiar membangun masa depan kawasan pantai Kota Semarang yang lebih kuat dan lestari. St

Share This Article