By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Alat Berat dan Fasilitas Darurat Dikerahkan Tangani Longsor di Bandung Barat
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Alat Berat dan Fasilitas Darurat Dikerahkan Tangani Longsor di Bandung Barat

Last updated: 27 Januari 2026 07:38 07:38
Jatengdaily.com
Published: 27 Januari 2026 07:37
Share
Bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Humas KemenkoPMK)
SHARE

CISARUA (Jatengdaily.com)– Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penanganan difokuskan pada upaya evakuasi korban, dukungan darurat di lapangan, serta penyiapan langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa terulang.

Longsor terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10 akibat hujan dengan intensitas tinggi. Dampak longsoran material tanah dan air menyebabkan puluhan rumah warga terdampak dan memicu proses evakuasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang meninjau langsung lokasi bencana pada Minggu (25/1/2026) menginstruksikan seluruh balai teknis Kementerian PU di Jawa Barat untuk tetap siaga dan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan darurat.

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan lainnya,” kata Menteri PU.

Untuk mendukung evakuasi dan pembersihan material longsor, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat mengerahkan enam unit excavator PC 75, dengan tiga unit telah siaga di lokasi dan tiga lainnya dalam proses mobilisasi. Dukungan tambahan datang dari BBWS Citarum dan BBWS Cimanuk Cisanggarung yang turut menyiagakan sejumlah alat berat.

Kepala BBWS Citarum Marasi Deon Joubert menjelaskan bahwa dari sembilan alat berat yang dikerahkan, enam sudah berada di lokasi. Sebagian telah dioperasikan, namun sempat dihentikan sementara karena adanya longsor susulan.

“Sudah ada yang mulai dioperasikan untuk membantu evakuasi, tapi karena tadi ada longsor susulan, sementara ini alatnya diminta standby dulu sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas,” ujarnya.

Selain alat berat, Kementerian PU juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Melalui Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat, pemerintah menyiapkan dua unit toilet portabel, dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter di sekitar lokasi dan posko terpadu.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 44 rumah warga terdampak longsoran. Hingga Jumat malam, tercatat 112 orang dilaporkan hilang, 23 orang selamat, dan 9 orang meninggal dunia. Sebanyak 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa material longsoran berasal dari lereng kaki Gunung Burangrang yang runtuh akibat hujan deras berturut-turut dan terbawa aliran air menuju kawasan permukiman. Kondisi tanah yang masih labil dan berkadar air tinggi membuat proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

“Untuk proses evakuasi, hari ini kita sudah mulai menggunakan alat berat terpilih di sektor-sektor tertentu. Mudah-mudahan bisa membantu kita mempercepat penemuan korban,” kata Syafii.

Pemerintah memastikan penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan warga dan tim di lapangan, sekaligus menyiapkan langkah pemulihan dan penataan wilayah terdampak secara berkelanjutan. she 

You Might Also Like

Polisi Cari Pembuang Bayi Laki-Laki Yang Ditemukan Terbungkus Kantong di Semak-semak
Pasien Covid-19 Turun, Sejumlah Bangsal Isolasi di RSUD Temanggung Ditutup
Covid-19 Melonjak, Hotel Safira di Magelang Jadi Isolasi OTG
SIG Boyong 15 Penghargaan Predikat Gold di Ajang Inovasi Internasional Beijing
Kasus Aktif COVID-19 Memburuk, Tembus 105.146
TAGGED:Longsor di Bandung Barat
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?