Atasi Nyeri Punggung Bawah, Tim PkM USM Beri Sosialisasi Latihan Kekuatan Otot Core

2 Min Read
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Sosialisasi Latihan Kekuatan Otot Core Guna Mengatasi Nyeri Punggung Bawah pada Komunitas UMKM di Kecamatan Pedurungan, baru-baru ini. Foto; dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Sosialisasi Latihan Kekuatan Otot Core Guna Mengatasi Nyeri Punggung Bawah pada Komunitas UMKM di Kecamatan Pedurungan, baru-baru ini.

Kegiatan yang dihadiri Ketua UMKM Kel Tlogosari Wetan, Dian Rahmawati itu diikuti 15 pelaku UMKM.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Metta Christiana, S.Pd., M.Kes, anggota Shinta Eka Kartika, SE., M.Si., Akt, dan Saifullah Arif, S.Pd., M.Pd.

Menurut Metta, nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh masyarakat usia produktif, terutama pada kelompok pekerja yang melakukan aktivitas fisik berulang, posisi kerja statis dalam waktu lama, serta postur tubuh yang kurang ergonomis.

Kondisi itu banyak dijumpai pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dalam aktivitas kerjanya sering melakukan kegiatan seperti duduk atau berdiri lama serta mengangkat beban.

”Kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan sederhana terhadap nyeri punggung bawah dapat menyebabkan keluhan yang berkepanjangan dan berpotensi menurunkan produktivitas kerja,” katanya.

Dia mengatakan, salah satu upaya yang dapat d ilakukan untuk mengurangi keluhan nyeri punggung bawah adalah melalui latihan kekuatan otot inti (core muscle strengthening).

Latihan itu berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas otot-otot pada area perut, punggung bawah, panggul, dan pinggul sehingga mampu menopang tulang belakang secara optimal serta memperbaiki postur tubuh.

”Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman komunitas UMKM di Kecamatan Pedurungan mengenai nyeri punggung bawah serta memberikan keterampilan dalam melakukan latihan kekuatan otot core sebagai upaya pencegahan dan penanganan awal,” ujarnya.

Dia menambahkan, metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan mengenai penyebab dan pencegahan nyeri punggung bawah, demonstrasi latihan kekuatan otot core, serta praktik langsung oleh peserta dengan pendampingan dari tim pelaksana.

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut pengetahuan dan kesadaran masyarakat meningkat terutama dalam menjaga kesehatan tulang belakang serta kemampuan peserta dalam melakukan latihan kekuatan otot core secara mandiri.

”Kami berharap, kegiatan ini dapat membantu mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada pelaku UMKM serta meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja masyarakat,” ungkapnya. St

Share This Article