SEMARANG (Jatengdaily-.com) — Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Islam Indonesia (BKTKI) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan audiensi ke Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Tengah di Sekretariat DMI Jateng, Semarang, Jumat (11/9/2026).
Rombongan BKTKI Jateng dipimpin langsung oleh Ketua PW BKTKI Jateng, Dr. Nur Intan Rachmawati, S.Pd., M.Pd., didampingi Sekretaris II, Nisa.
Kedatangan pengurus badan otonom DMI tersebut diterima hangat oleh Ketua PW DMI Jateng, Prof. Dr. KH Ahmad Rofiq, M.A., bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Sekretaris H. Akhmad Su’aidi, S.Pd. dan Drs. H. Abdul Ghofar, Bendahara Dr. Hj. Mardiyah, S.KM., M.Kes., serta Bidang Humas Sunarto.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Intan Rachmawati menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan BKTKI Jateng sekaligus menyampaikan sejumlah agenda strategis organisasi.
Sebagai salah satu badan otonom di bawah naungan DMI, tantangan utama yang dihadapi BKTKI Jateng saat ini adalah ekspansi dan pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.
”Kami sering menghadapi kendala teknis saat akan membentuk BKTKI di daerah. Pihak kabupaten/kota atau pemerintah daerah setempat ragu melangkah jika belum ada surat rekomendasi resmi dari PW DMI Jateng yang ditujukan kepada DMI daerah maupun bupati/wali kota,” ungkap Intan.
Ia menjelaskan bahwa BKTKI berkomitmen mengabdi secara murni tanpa membebani lembaga PAUD atau TK dengan iuran rutin bulanan. “Kami bergerak atas dasar jihad kesatria untuk bersama-sama mendidik anak usia dini. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan fasilitasi dari Ketua PW DMI Jateng agar koordinasi dengan daerah bisa berjalan cepat,” tambahnya.
Selain masalah keorganisasian, Intan memaparkan kesiapan Jawa Tengah dalam menghadapi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKTKI yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Rakernas tersebut bakal mengusung agenda pemantapan program strategis—termasuk peluang kerja sama beasiswa dari kementerian terkait—serta perlombaan tingkat nasional.
”Kontingen Jawa Tengah berencana mengikuti berbagai perlombaan nasional yang digelar berbasis rekaman video, seperti lomba Asmaul Husna, tari tradisional Nusantara, senam tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, serta cipta lagu anak. Meskipun dengan keterbatasan mandiri, kami optimistis bisa kembali menyumbangkan prestasi dan mengharumkan nama Jawa Tengah,” paparnya.
Menanggapi penyampaian tersebut, Ketua PW DMI Jateng, Prof. Dr. KH Ahmad Rofiq, M.A., menyambut baik dan mengapresiasi keaktifan serta kerja keras BKTKI Jawa Tengah sebagai badan otonom yang fokus mengawal pendidikan anak usia dini berbasis masjid dan nilai-nilai Islam.
Terkait permohonan surat rekomendasi untuk pembentukan BKTKI di kabupaten/kota, Prof. Ahmad Rofiq menyatakan pihak DMI Jateng sangat terbuka dan siap memberikan dukungan penuh.
Ia mempersilakan pengurus BKTKI Jateng untuk berkoordinasi langsung dengan sekretariat PW DMI Jateng guna penerbitan dokumen administratif yang dibutuhkan. St



