DEMAK (Jatengdaily.com)– Semangat nasionalisme dan kepedulian sosial terus digaungkan di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan silaturahmi, berbagi pengetahuan, serta Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media yang digelar di Kabupaten Demak, Jumat (12/06/2026).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Demak, Kendaraih Iriani SH MH, mengajak peserta untuk terus memperkuat rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nasionalisme tidak hanya diwujudkan dalam bentuk simbolik, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sebagai warga negara.
“Lagu Indonesia Raya yang kita nyanyikan bersama merupakan bentuk nasionalisme. Mari kita implementasikan semangat itu dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara,” ujar Kendaraih saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial. Di era digital saat ini, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondusivitas bangsa dengan memanfaatkan teknologi secara bijak. Salah satunya dengan menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat melalui media sosial maupun berbagai platform digital.
“Jangan menyebarkan hoaks atau menghakimi orang lain melalui media sosial. Mari hargai perbedaan yang ada, bangun solidaritas, dan perkuat pondasi organisasi agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kendaraih juga mendorong organisasi kemasyarakatan untuk terus meningkatkan pemberdayaan anggotanya agar lebih mandiri dan berdaya guna. Menurutnya, kontribusi bagi masyarakat tidak harus dimulai dari hal besar, melainkan bisa diawali dari langkah-langkah sederhana, termasuk menjaga sikap hormat kepada orang tua dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Demak, Muadhom SPdI, menekankan pentingnya wawasan kebangsaan yang ditanamkan sejak usia sekolah. Ia menilai generasi muda, khususnya Gen Z yang kini mendominasi ruang digital, perlu mendapatkan bekal literasi media dan jurnalistik yang memadai agar mampu menghasilkan konten yang edukatif dan bertanggung jawab.
“Gen Z saat ini menguasai media sosial. Kalau tidak dibekali jurnalistik yang baik, akan menjadi sesuatu yang tabu. Karena itu mereka perlu dididik cara menulis yang apik dan membuat konten yang baik. Dengan begitu saya yakin Indonesia akan menjadi lebih baik,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media bertema Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Berintegritas. Kegiatan yang berlangsung di SMK Miftahul Ulum Jogoloyo Demak itu menghadirkan narasumber Burhanudin Aslam dari PWI Demak, Indra Winardi dari IJTI Muria Raya, serta Direktur USM TV Semarang, Saiful Hadi. rie-she

