Berdayakan Warga, BEM Untag Semarang Luncurkan Sekolah Herbal di Desa Pasigitan

4 Min Read
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 menyelenggarakan Sekolah Herbal Masyarakat Tahap I di Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jumat (10/7/2026). Foto: dok

KENDAL (Jatengdaily.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 menyelenggarakan Sekolah Herbal Masyarakat Tahap I di Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pasigitan Herbasari yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kesadaran hidup sehat dan pemanfaatan tanaman herbal lokal.

Mengusung tema “Pengantar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Khasiat Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”, kegiatan diikuti oleh kader kesehatan, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta warga Desa Pasigitan. Turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Teknik UNTAG Semarang sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa, Tigo Mindiastiwi, S.T., M.Sc., dosen Fakultas Teknologi Pertanian UNTAG Semarang Dr. Ir. Budi Hartoyo, M.P., serta Kepala Desa Pasigitan, Hartoyo.

Program ini diinisiasi oleh Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat sekaligus memanfaatkan potensi hayati lokal melalui budidaya dan penggunaan tanaman obat keluarga secara bijaksana.

Dalam sambutannya, Tigo Mindiastiwi menyampaikan bahwa Sekolah Herbal Masyarakat merupakan tahapan awal dari rangkaian Program Pasigitan Herbasari. Ke depan, program tersebut akan dikembangkan melalui pembangunan Rumah TOGA, Pasigitan Herba Park, pengembangan produk herbal, hingga penguatan kelembagaan masyarakat sebagai fondasi menuju Desa Pasigitan yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Kepala Desa Pasigitan, Hartoyo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara tepat dan berkelanjutan.

Pada sesi materi, Dr. Ir. Budi Hartoyo, M.P. menjelaskan bahwa PHBS merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Ia menekankan bahwa kesadaran hidup sehat harus dimulai dari individu dan keluarga sebelum berkembang menjadi budaya di lingkungan masyarakat.

«”PHBS merupakan rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan menuju kehidupan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.»

Selain membahas PHBS, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman obat keluarga beserta manfaatnya, antara lain jahe, kunyit, temulawak, kelor, kumis kucing, meniran, rosella, seledri, dan jambu biji. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai media budidaya tanaman herbal yang dapat menunjang kesehatan keluarga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

Dr. Budi Hartoyo menegaskan bahwa tanaman herbal bukanlah pengganti pengobatan medis, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif apabila digunakan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Warga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan tanaman herbal dan penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Program Pasigitan Herbasari, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang berharap Sekolah Herbal Masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mewujudkan Desa Pasigitan sebagai desa yang sehat, mandiri, dan berdaya melalui optimalisasi potensi herbal lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal serta mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. St

Share This Article