By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: BNNP Jateng Libatkan Dosen Fikom Unissula dalam Penguatan Kapasitas Pegiat P4GN
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BNNP Jateng Libatkan Dosen Fikom Unissula dalam Penguatan Kapasitas Pegiat P4GN

Jatengdaily.com
Published: 29 Oktober 2026 17:07
Share
Kegiatan bimbingan teknis bagi Pegiat P4GN Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Foto: Humas BNN Provinsi Jawa Tengah
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dapat diwujudkan melalui penguatan literasi digital masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Made Dwi Adnjani, yang menjadi narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis bagi pegiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotik (P4GN) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah tersebut berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Made menyampaikan materi bertajuk “Literasi Digital dalam P4GN: Dari Pengguna Menjadi Penggerak” yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung edukasi serta kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Materi tersebut relevan dengan perkembangan komunikasi digital yang semakin memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam berbagai gerakan sosial. Oleh karena itu, pendekatan penyuluhan konvensional, seperti penyuluhan di sekolah dan pemasangan poster di ruang publik, perlu diperkuat dengan strategi komunikasi digital yang inovatif, interaktif, dan mampu menjangkau khalayak lebih luas.

Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga mencakup keterampilan mengakses, memahami, mengevaluasi, serta menyebarkan informasi secara etis dan bertanggung jawab. Dalam konteks P4GN, kemampuan tersebut penting agar para pegiat dapat memproduksi dan menyebarkan informasi pencegahan yang akurat, mudah dipahami, serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam penerapannya, pegiat P4GN perlu memahami bahwa keberhasilan kampanye digital tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah tayangan, tanda suka, atau pengikut. Kualitas informasi, relevansi pesan dengan kebutuhan audiens, keamanan publikasi, serta kemampuan mendorong pemahaman dan tindakan pencegahan juga menjadi aspek penting dalam mengevaluasi keberhasilan kampanye.

Made menjelaskan bahwa pembuatan konten perlu diawali dengan riset yang memadai, dilanjutkan dengan pemeriksaan fakta, penyusunan pesan, pemilihan format, serta identifikasi risiko sebelum konten dipublikasikan. Infografis, artikel singkat, video pendek, kuis, dan sesi tanya jawab daring dapat menjadi alternatif untuk menyampaikan pesan pencegahan secara lebih menarik dan mudah diakses masyarakat.

Selain pembuatan konten, komunikasi dengan warganet juga memerlukan pendekatan yang tepat. Pertanyaan, kritik, maupun komentar masyarakat perlu ditanggapi secara faktual dan santun, tanpa mempermalukan individu, menyebarkan identitas pribadi, atau memperluas jangkauan konten berbahaya.

Apabila menemukan konten yang diduga melanggar ketentuan, pegiat P4GN dapat memanfaatkan fitur pelaporan pada platform terkait serta kanal pengaduan resmi yang relevan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu para pegiat membangun komunikasi publik yang kredibel sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap informasi pencegahan yang disampaikan.

Lebih lanjut, Made menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem edukasi digital yang berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas pegiat, pesan P4GN diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Dengan demikian, literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting bagi pegiat P4GN dalam menghadirkan kampanye yang tidak hanya menjangkau masyarakat secara luas, tetapi juga mengedepankan akurasi informasi, etika komunikasi, keamanan digital, serta penghormatan terhadap martabat manusia. she 

You Might Also Like

Pelatihan Cegah Pencemaran Air Akibat Kegiatan Industri Migas di PPSDM Migas
Kolaborasi dan Komitmen Bersama Kunci Wujudkan Data Pertambangan dan Energi Berkualitas
Jadi Bank Terbaik, Bank Mandiri Sabet Gelar Best Bank in Indonesia di 2023 versi Euromoney
Presiden Instruksikan Perbaikan Sarana Penghubung yang Rusak Akibat Banjir di Kalimantan Selatan
Atasi Masalah Tambang di Lereng Gunung Slamet, Ahmad Luthfi Instruksikan Pembentukan Satgas
TAGGED:Penguatan Kapasitas Pegiat P4GN
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?