By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dari Laboratorium ke Pasar, Fakultas Farmasi UMS Kembangkan Prototipe Gel Perawatan Luka Berbasis Mimba dan Aloe Vera
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Dari Laboratorium ke Pasar, Fakultas Farmasi UMS Kembangkan Prototipe Gel Perawatan Luka Berbasis Mimba dan Aloe Vera

Last updated: 28 Agustus 2026 19:16 19:16
Jatengdaily.com
Published: 28 Agustus 2026 18:38
Share
Dr. Apt. Arifah Sri Wahyuni, M.Sc. Ketua Tim Peneliti dan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
SHARE

SURAKARTA (Jatengdaily.com) – Inovasi kesehatan berbasis bahan alam terus dikembangkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui Fakultas Farmasi, Dr. Apt. Arifah Sri Wahyuni, M.Sc. bersama tim peneliti mengembangkan Nimvera Wound Healing Gel, sebuah prototipe gel herbal yang memadukan ekstrak mimba (Azadirachta indica) dan Aloe vera untuk mendukung perawatan luka dan menjaga kondisi kulit.

Foto prototipe gel herbal yang memadukan ekstrak mimba (Azadirachta indica) dan Aloe vera untuk mendukung perawatan luka dan menjaga kondisi kulit. Foto: dok

Nimvera hadir dengan konsep yang sederhana namun menarik: memanfaatkan potensi dua tanaman yang telah lama dikenal masyarakat dalam satu sediaan gel yang praktis digunakan. Prototipe yang dikembangkan mengandung ekstrak mimba 1,5% dan Aloe vera 5%, dengan bentuk gel yang dirancang agar mudah diaplikasikan pada kulit.

Menurut Dr. Apt. Arifah Sri Wahyuni, M.Sc., pengembangan produk ini berangkat dari keinginan untuk menghadirkan inovasi berbasis kekayaan alam Indonesia yang tidak hanya berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Mimba dipilih karena memiliki potensi dalam membantu menjaga kondisi kulit dan mendukung proses pemulihan luka, sementara Aloe vera dikenal luas karena kemampuannya membantu menjaga kelembapan kulit.

Kombinasi keduanya kemudian dikembangkan dalam bentuk gel yang praktis, mudah digunakan, dan nyaman untuk pemakaian pada kulit.

“Melalui Nimvera, kami ingin mengembangkan potensi bahan alam menjadi produk yang lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat terus dikembangkan sehingga memiliki manfaat nyata sekaligus peluang untuk masuk ke dunia industri,” demikian arah pengembangan yang dilakukan tim peneliti.

Menariknya, Nimvera bukan muncul secara tiba-tiba. Produk ini merupakan pengembangan lanjutan dari penelitian sebelumnya mengenai gel berbasis ekstrak daun mimba yang telah memberikan hasil menjanjikan dalam penelitian penyembuhan luka.

Hasil tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk mengembangkan formula baru dengan mengombinasikan mimba dan Aloe vera.

Saat ini, tim peneliti terus menyempurnakan produk, mulai dari formula, kualitas, keamanan, hingga pengujian efektivitasnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Nimvera memiliki kualitas yang baik sebelum nantinya dapat dikembangkan lebih jauh bersama mitra industri.

Dari sisi pasar, peluang produk ini cukup terbuka. Perawatan luka merupakan kebutuhan yang dapat ditemukan mulai dari rumah tangga hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Karena itu, Nimvera diarahkan untuk memiliki pasar yang luas.

Tim peneliti juga melihat peluang untuk membawa produk berbasis bahan alam Indonesia ke pasar yang lebih luas. Dengan konsep produk yang praktis dan memanfaatkan tanaman lokal, Nimvera diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan alam Indonesia dapat dikembangkan menjadi inovasi kesehatan yang memiliki nilai tambah.

Pengembangan Nimvera juga membuka peluang kerja sama dengan industri. Konsep yang disiapkan memungkinkan produk dikembangkan bersama mitra industri farmasi atau industri herbal, mulai dari pengembangan produk hingga produksi dan distribusi.

Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya menjadi prototipe di laboratorium, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi produk yang dapat dijangkau masyarakat.

Bagi Fakultas Farmasi UMS, hadirnya Nimvera menjadi bagian dari upaya mendorong budaya “research to product”, yaitu bagaimana penelitian di kampus dapat menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat dan peluang ekonomi.

Dengan menggabungkan potensi mimba dan Aloe vera dalam satu sediaan gel, Nimvera membawa pesan sederhana: bahwa kekayaan alam Indonesia dapat menjadi sumber inovasi kesehatan masa depan apabila dikembangkan dengan serius, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Nimvera Wound Healing Gel dari potensi tanaman Indonesia, dikembangkan melalui riset UMS, menuju peluang produk kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. St

You Might Also Like

Tim Debat Unissula Lolos ke Tingkat Nasional
Mahasiswa Untag Harus Miliki Karakteristik Nasionalis
Haris Murwanto Ketua Koperasi Karyawan USM Periode 2023-2027
BKBH FH USM Beri Penyuluhan Hukum Siswa SMKN 3 Semarang
Sambut Dies Natalis ke-39, USM Gandeng Kadin dan PWI Jateng Helat Prasasta Gala Awards 2026
TAGGED:Berbasis Mimba dan Aloe VeraDari Laboratorium ke PasaFakultas Farmasi UMSKembangkan Prototipe GelPerawatan Luka
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?