DEMAK (Jatengdaily.com)– Banjir masih mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Demak. Berdasarkan laporan terbaru Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Demak per Senin (16/02/2026), genangan air terjadi di Kecamatan Sayung, Bonang, Guntur, Mranggen hingga Kebonagung akibat tingginya curah hujan dan pasang air laut.
Kalaksa BPBD Demak, Agus Sukiyono, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. “Fokus kami adalah percepatan penyedotan air, evakuasi warga terdampak, serta distribusi logistik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Di Kecamatan Sayung, Desa Kalisari menjadi salah satu titik terdampak cukup luas. Air menggenangi jalan desa setinggi 20–60 sentimeter dan masuk ke rumah warga hingga 45 sentimeter. Sebanyak 400 rumah dengan 1.200 jiwa terdampak, termasuk 200 hektare sawah dan sejumlah fasilitas pendidikan serta tempat ibadah. BPBD mengoperasikan mobile pump dan pompa desa, serta membuat tanggul darurat untuk menahan limpasan air.
Kondisi serupa terjadi di Desa Sayung. Tercatat 958 rumah terendam dengan total 4.090 jiwa terdampak. Genangan di jalan mencapai 65 sentimeter. Sejumlah sekolah, tempat ibadah, dan area pemakaman ikut terendam. Untuk mengurangi debit air, petugas mengerahkan dua mobile pump BBWS dan tiga mobile pump Pusdataru Jawa Tengah serta mengoptimalkan rumah pompa setempat.
Banjir juga berdampak pada akses transportasi di Kecamatan Bonang. Di Desa Tridonorejo, tepatnya ruas jalan Demak–Bonang wilayah Karangmlati, air setinggi 5–15 sentimeter menggenangi jalan sepanjang sekitar satu kilometer. Kondisi ini dipicu hujan deras yang bersamaan dengan air laut pasang sehingga aliran sungai tersendat.
Sementara itu di Kecamatan Guntur, tanggul Sungai Cabean B1 di Desa Tlogoweru dilaporkan jebol pada Senin dini hari. Air pun meluap ke permukiman dan jalan desa. Sebanyak 700 KK di Dukuh Gatak dan 25 KK di Dukuh Weru terdampak. “Tim langsung melakukan assessment, membantu evakuasi warga, dan menyiapkan langkah penanganan darurat di lokasi tanggul jebol,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto.
Di Kecamatan Mranggen, genangan di Perumahan Arion, Desa Kebonbatur, mulai surut. Petugas bersama warga melakukan pembersihan lumpur dan mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan makanan warga terdampak. Distribusi karung zak juga dilakukan ke sejumlah wilayah rawan sebagai langkah antisipasi.
Di Kebonagung, tanggul Sungai Tuntang sisi kiri di Desa Pilang Wetan jebol di dua titik, menyebabkan air mengarah ke permukiman dan melumpuhkan jalur Semarang–Purwodadi. Agus Sukiyono menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait. “Keselamatan warga menjadi prioritas. Kami siaga penuh hingga kondisi benar-benar terkendali,” tandasnya. rie-she


