JAKARTA (Jatengdaily.com)— Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan inovasi teknologi berupa robot berbentuk kecoa dalam rangka memenuhi undangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tim Cyborg Insect Undip diundang BNPB karena inovasi yang berhasil meraih Gold Award dan Spesial Award di Malaysia Technology Expo (MTE). Inovasi roach-detect ini dirancang untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia.
Robot kecoa (Cyborg Insect) merupakan hasil riset multidisiplin yang melibatkan bidang teknik, robotika, dan kecerdasan buatan dari mahasiswa Fakultas Teknik Undip jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro.
Dengan ukuran yang kecil dan kemampuan bergerak di ruang sempit, robot ini mampu masuk ke celah reruntuhan bangunan untuk mendeteksi keberadaan korban serta mengirimkan data secara real-time kepada tim penyelamat.
Dalam peragaan tersebut, Inovator Undip Mochammad Ariyanto, S.T., M.T., Ph.D. mendemonstrasikan kemampuan robot kecoa dalam menavigasi area simulasi bencana, termasuk melewati rintangan sempit, medan tidak rata, dan kondisi minim cahaya.
Robot dilengkapi sensor, kamera mikro, serta sistem komunikasi yang memungkinkan pengiriman gambar dan informasi kondisi lapangan secara langsung.
Ariyanto menyelesaikan gelar Ph.D.-nya di the University of Osaka pada tahun 2024 dan hingga saat ini sebagai dosen tamu (visiting academic staff) di the University of Osaka, Japan.
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa pengembangan robot ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menemukan survivor. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam penanganan bencana di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi, longsor, dan bencana lainnya.
Kepala BNPB, Letjend TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. memberikan apresiasi dan menyambut baik inovasi tersebut dan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang sangat penting memperkuat kekuatan nasional dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.
Ke depan, Undip berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi robot kecoa yang adaptif dan aplikatif untuk memperluas peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung keselamatan dan membantu korban bencana.
Tentang Teknologi Roach-Detect
Inovasi ini lahir dari realitas di lapangan: saat terjadi bencana, banyak korban terjebak di celah sempit reruntuhan yang tidak dapat dijangkau manusia, robot konvensional, bahkan anjing SAR sekalipun. Dalam kondisi tersebut, waktu menjadi faktor krusial, mengingat standar internasional INSARAG menetapkan golden time 72 jam untuk menemukan korban hidup.
Sebagai solusi, tim cyborg insect mengembangkan pendekatan biohybrid dengan memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing Cockroach yang memiliki kemampuan alami menjelajah ruang sempit.
Kecoa ini dilengkapi dengan perangkat elektronik berukuran ringan yang berfungsi untuk mengendalikan pergerakan sekaligus mengumpulkan data di lapangan. Sistem mampu mendeteksi keberadaan korban berdasarkan pola suhu tubuh manusia, bahkan dalam kondisi gelap, berdebu, atau penuh gas. Data yang diperoleh kemudian dikirimkan ke platform monitoring berbasis web yang dapat diakses langsung oleh tim SAR.
ROACH-DETECT menawarkan pendekatan baru dalam operasi pencarian dan penyelamatan dengan menggabungkan keunggulan makhluk hidup dan teknologi modern. Sistem ini dirancang agar ringan, adaptif, dan mampu menjangkau area yang sebelumnya sulit diakses, sehingga dapat mempercepat proses identifikasi korban hidup yang terjebak reruntuhan. Dengan pendekatan ini, ROACH-DETECT diharapkan menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan operasi SAR.
Tim Cyborg Insect:
1. Mochammad Ariyanto, S.T., M.T., Ph.D. (Inovator Undip)
2. Muhammad Faizul Kirom – Teknik Elektro
3. Helmi Yusuf – Teknik Elektro
4. Mega Adinda Ramadhani – Teknik Elektro
5. Oscar David Sulistya Nugraha – Teknik Mesin
6. Arif Ainurrofiq – Teknik Mesin
7. Hafiz Akbar Simanjorang – Teknik Mesin. she

