By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Kelompok Tani Desa Mluweh Dilatih Produksi Pestisida Nabati
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Kelompok Tani Desa Mluweh Dilatih Produksi Pestisida Nabati

Last updated: 21 Agustus 2026 06:00 06:00
Jatengdaily.com
Published: 21 Agustus 2026 06:00
Share
Produk pestisida nabati-NABATRA-ekstrak campuran jahe, lengkuas, serai, daun sirsak, dan lidah buaya. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Dosen Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro (Undip), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari gerakan Kemdiktisaintek dan Undip Berdampak yang diketuai oleh Prof. Dr. Widowati, M.Si., dengan anggota Dr. Jafron Wasiq Hidayat dan Prof. Dr. Titik Ekowati, serta melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Diponegoro. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Tani Rukun Santoso di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Tema kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah “Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani melalui Pelatihan dan Implementasi Produksi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbasis Sumber Daya Lokal.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota Kelompok Tani dalam memproduksi pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang aman, ramah lingkungan, dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Program ini mendapat sambutan antusias dari warga bersama perangkat Desa Mluweh yang mendukung penuh implementasi teknologi tepat guna di sektor pertanian. Tim pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tanpa Kemiskinan (SDG 1), Tanpa Kelaparan (SDG 2) melalui peningkatan produktivitas pertanian, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), serta Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13) melalui penerapan praktik budidaya pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada anggota Kelompok Tani serta koordinasi bersama perangkat Desa Mluweh sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai konsep dan manfaat pestisida nabati, identifikasi potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku, pelatihan pembuatan pestisida nabati, hingga implementasi dan pendampingan penggunaannya di lahan pertanian,” ujar Prof. Widowati.

Melalui pendekatan tersebut, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik produksi pestisida nabati yang efektif, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri sebagai bagian dari sistem budidaya yang berkelanjutan. Pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti daun, rempah, dan tanaman yang memiliki sifat insektisida alami diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, menekan biaya produksi, menjaga kualitas lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di Desa Mluweh.

Salah satu rangkaian utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah praktik pembuatan pestisida nabati yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti daun mimba, kulit bawang merah, jahe, lengkuas, serai, lidah buaya, dan daun sirsak. Pada kegiatan ini, anggota Kelompok Tani Rukun Santoso mendapatkan pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku lokal, proses peracikan, fermentasi, hingga teknik aplikasi pestisida nabati pada tanaman.

Selain bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang lebih ekonomis, aman bagi kesehatan petani, serta ramah terhadap lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Prof. Widowati, menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi alam di sekitarnya sebagai solusi pertanian yang berkelanjutan.

“Kami berharap para petani tidak hanya memahami cara membuat pestisida nabati, tetapi juga mampu memproduksi dan menerapkannya secara mandiri sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, menekan biaya produksi, serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Rukun Santoso mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lahan pertanian.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami karena bahan-bahannya mudah diperoleh di sekitar desa dan proses pembuatannya relatif sederhana. Kami optimistis pestisida nabati ini dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan hemat untuk mendukung hasil pertanian yang berkualitas,” ungkapnya.

Implementasi ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada petani mengenai teknik penyemprotan yang tepat, dosis penggunaan, serta waktu aplikasi yang efektif untuk mengendalikan hama tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, para petani juga melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman sebagai bagian dari evaluasi efektivitas pestisida nabati yang telah diproduksi secara mandiri.

Ketua tim pengabdian, Prof. Widowati, menjelaskan bahwa tahap implementasi merupakan bagian penting untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat petani.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari kemampuan peserta membuat pestisida nabati, tetapi juga dari keberanian dan keterampilan mereka dalam mengimplementasikannya di lahan budidaya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Rukun Santoso menyampaikan bahwa praktik lapangan memberikan keyakinan kepada para petani untuk mulai mengurangi penggunaan pestisida kimia.

“Melalui pendampingan ini kami menjadi lebih percaya diri menggunakan pestisida nabati karena terbukti mudah diaplikasikan dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kami. Kami berharap penerapan ini dapat meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus menjaga kesehatan tanah dan lingkungan,” ungkapnya.

“Selanjutnya, dilakukan pelatihan manajemen usaha yang diarahkan pada peningkatan keberdayaan level kelompok tani dalam bidang manajemen usaha pestisida nabati. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pencatatan keuangan sederhana, perhitungan biaya produksi dan harga pokok produksi pestisida nabati, serta pengelolaan usaha kelompok secara kolektif,” ujar Widowati. she 

You Might Also Like

Batik Tulis Lasem Diborong Pembeli asal Myanmar, Catatkan Omzet Rp150 Juta di Pameran Inacraft 2026
MAI dan FPIK UNDIP Gelar Konferensi Internasional ICAI 2021 Bahas Pengembangan Akuakultur di Tengah Pandemi
Presiden Kunjungi Gereja di Sekitar Kota Bogor Temui Warga Yang Rayakan Natal
Berantas Narkoba, BNN Diminta Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat
Serba Gratis, Denty Bagikan Ratusan Paket Makan dan Cek Kesehatan Masyarakat
TAGGED:Fakultas Sains dan Matematika UNDIPProduksi Pestisida Nabati
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?