Dosen Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Unissula Rumuskan Materi Matrikulasi Komprehensif bagi Mahasiswa Baru

Dosen Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menggelar rapat khusus di Ruang Studio Perencanaan, Lantai 2, pada Senin (16/3).Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dosen Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menggelar rapat khusus di Ruang Studio Perencanaan, Lantai 2, pada Senin (16/3).

Rapat berdurasi dua setengah jam ini fokus merumuskan kurikulum matrikulasi untuk mahasiswa baru, guna memperkaya wawasan mereka tentang permasalahan perencanaan wilayah dan kota, teori dasar, kebijakan nasional terkini, serta metode analisis relevan.

Rapat dihadiri Dekan Fakultas Teknik UNISSULA, Dr. Abdul Rochim, S.T., M.T., bersama tim dosen inti MPWK. Diskusi intensif menghasilkan rancangan materi komprehensif yang membekali mahasiswa dengan fondasi kuat sebelum memasuki mata kuliah inti.

Materi ini bersifat pengantar dan adaptif terhadap dinamika pembangunan kompleks di Indonesia.Dekan Abdul Rochim membuka rapat dengan menekankan urgensi inisiatif tersebut.

“Di era urbanisasi cepat ini, mahasiswa baru sering berlatar belakang beragam. Matrikulasi menjadi jembatan penting untuk menyamakan persepsi dan membangun kompetensi dasar. Komitmen Fakultas Teknik UNISSULA adalah melahirkan lulusan kompeten secara teoritis serta siap menghadapi tantangan riil perencanaan wilayah dan kota di Indonesia,” ujarnya.

Rancangan materi terbagi menjadi empat modul utama, sebagai berikut: Modul 1: Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota, diampu oleh: Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, M.T., Ketua Program Studi MPWK UNISSULA.

Modul ini membahas definisi dasar, ruang lingkup, tujuan, prinsip perencanaan spasial sistematis, paradigma berkelanjutan, serta resilience planning terkait urbanisasi masif di kota-kota besar Indonesia.

“Modul ini dirancang agar mahasiswa memahami perencanaan spasial sebagai alat mengelola pertumbuhan kota tidak terkendali, seperti banjir urban dan degradasi lingkungan,” jelas Dr. Agung Ridlo, pakar riset pengembangan perumahan, permukiman, dan proyek land consolidation.

Modul 2: Teori Perencanaan Wilayah dan Kota, diajar oleh: Dr. Agus Rochani, S.T., M.T. Modul ini menjelaskan konsep dasar, evolusi teori dari modernis hingga kontemporer, serta aplikasi integratif di Indonesia.

“Teori bukan sekadar hafalan, tapi alat analisis realitas. Kita akan telaah evolusi teori garden city Ebenezer Howard menjadi smart city era digital, disesuaikan dengan RPJMN 2020-2024,” tambah Dr. Rochani, pemilik publikasi internasional tentang teori keruangan.

Modul 3: Metode Perencanaan Wilayah dan Kota, diampu oleh: Dr. Mila Karmilah, S.T., M.T. Fokus pada metode riset, desain, survei spasial, teknik analisis data spasial, dan aplikasi praktis.

“Pendekatan perencanaan modern bergantung pada data akurat, bukan intuisi semata. Inventarisasi data menjadi kunci untuk analisis tepat sasaran,” katanya.

Modul 4: Kebijakan dan Regulasi Perencanaan Wilayah dan Kota serta Isu Kontemporer, diajar oleh: Dr. Abied Rizki P.M., S.T., M.T., M.PWK. Modul ini mengupas UU penataan ruang, konflik lahan agraria versus urbanisasi, green belt policy, peran stakeholder, serta tantangan implementasi.

“Isu seperti konflik lahan pinggiran kota atau kebijakan green belt berinteraksi dengan dinamika lokal dan regulasi nasional,” jelas Dr. Abied, yang sering terlibat penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Matrikulasi ini diharapkan menjadi pondasi esensial bagi mahasiswa baru MPWK UNISSULA, yang mayoritas lulusan sarjana teknik, perencanaan wilayah dan kota, arsitektur, teknik sipil, studi pembangunan, teknik informatika, serta hukum.

Program akan diimplementasikan segera pada periode penerimaan mahasiswa baru saat ini dan mendatang. Ke depan, tim dosen berencana menggandeng pakar eksternal, berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta asosiasi perencana wilayah dan kota di Indonesia untuk memperkaya materi. St

Share This Article
Exit mobile version