By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dosen Teknik Sipil USM Kenalkan Inovasi Rumah Apung Berbahan Styrofoam Berpelapis Beton Ringan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Dosen Teknik Sipil USM Kenalkan Inovasi Rumah Apung Berbahan Styrofoam Berpelapis Beton Ringan

Last updated: 2 September 2026 17:00 17:00
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2026 17:00
Share
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), belum lama ini memperkenalkan inovasi hasil risetnya, berupa alternatif platform rumah apung berbahan styrofoam, dengan cover beton ringan. Foto: dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), belum lama ini memperkenalkan inovasi hasil risetnya, berupa alternatif platform rumah apung berbahan styrofoam, dengan cover beton ringan.

Inovasi ini diperkenalkan pada masyarakat di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebagai alternatif pengembangan platform rumah apung, yang dinilai lebih adaptif dan efisien dalam pemeliharaan serta penggunaannya pada lingkungan pesisir.

Kegiatan itu dilaksanakan, sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan solusi teknologi, yang sesuai dengan permasalahan masyarakat pesisir.

Ketua Tim PKM, Dr Ir Dhamang Budi Cahyono ST MT IPM ACPE menjelaskan, pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari penerapan hasil riset Teknik Sipil USM, untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

”Pendekatan yang dilakukan, tidak hanya mempertimbangkan aspek konstruksi, tetapi juga kemudahan pemeliharaan dan keberlanjutan penggunaan platform rumah apung,” kata dia.

Dalam kegiatan itu, salah satu anggota PKM Ir Kukuh Wisnuaji Widiatmoko ST MT, memberikan kontribusi dari aspek sumber daya air dan lingkungan perairan.

Menurut dia, kajian terhadap kondisi perairan menjadi penting, sebab platform rumah apung harus bisa beradaptasi terhadap perubahan muka air, pasang surut serta kondisi lingkungan pesisir.

Sedangkan anggota PKM yang lain, Dr Ir Anik Kustirini ST MSi dan Ir Trias Widorini ST MEng, memberikan kontribusi dari bidang struktur. Terutama terkait konsep kekuatan, kestabilan, sistem pelindung material, serta penerapan konstruksi platform, agar dapat berfungsi secara aman dan berkelanjutan.

Pengenalan inovasi dilakukan melalui observasi, diskusi, penjelasan teknis, dan demonstrasi konsep platform. Masyarakat diberikan pemahaman, mengenai perbedaan karakteristik platform berbahan blue barrel, dengan alternatif platform styrofoam ber-cover beton ringan.

”Diskusi juga diarahkan pada aspek kemudahan pemeliharaan, potensi kerusakan, ketahanan terhadap lingkungan perairan, serta kemungkinan penerapannya pada rumah apung,” jelas Dhamang lagi.

Sementara itu, perwakilan masyarakat setempat, Bowo Prasetya menyatakan, pihaknya turut terlibat dalam kegiatan pengenalan dan diskusi mengenai kebutuhan platform rumah apung ini.

Khususnya terkait ketahanan material, pemeliharaan, daya apung, dan stabilitas platform. Diungkapkannya, selama ini masyarakat telah memanfaatkan blue barrel (drum plastik biru), sebagai salah satu material pengapung pada platform rumah apung.

Blue barrel memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan dan kemudahan pemasangan. Tetapi dalam pemanfaatannya di lingkungan perairan, terdapat sejumlah tantangan, seperti potensi kebocoran, kerusakan akibat benturan, serta penempelan organisme laut seperti tritip.

”Kondisi itu dapat memengaruhi daya apung dan kesetimbangan platform, apabila tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin,” sebut dia. St

You Might Also Like

Halaqoh MUI Jateng, Sukses Pemilu 2024 Butuh Kearifan Media
Hari Tani Nasional ke-63, Petani Harus Dijamin Untung
Pagi Ini Gunung Merapi Erupsi Tiga Kali
KAI Buka Lowongan Pekerjaan, Cek di Website E-Recruitment KAI
Kalangan Seniman Sangat Kehilangan Salim Said
TAGGED:Berbahan Styrofoam Berpelapis Beton RinganDosen Teknik Sipil USMjKenalkan InovasiRumah Apung
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?