Dukung Kelancaran UTBK-SNBT 2026, Undip Sediakan Layanan bagi Peserta Disabilitas

Dukung kelancaran UTBK-SNBT 2026, Undip sediakan layanan bagi peserta disabilitas. Foto: dok/humas Undip

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Diponegoro (Undip) menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan seleksi nasional yang inklusif dengan menyediakan fasilitas khusus bagi peserta penyandang disabilitas pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. UTBK-SNBT 2026 sendiri berlangsung 21 April 2026 sampai 29 April 2026. Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti ujian di Undip tahun ini.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh peserta, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang setara dan aksesibilitas yang memadai dalam menempuh ujian. Pendampingan dilakukan secara proporsional guna menjaga integritas ujian sekaligus kenyamanan para peserta berkebutuhan khusus selama proses seleksi berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya optimalisasi layanan, Undip telah memetakan lokasi ujian yang ramah disabilitas, seperti penggunaan gedung yang dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian yang adaptif.

Pada tahun ini, tercatat sebanyak enam peserta disabilitas yang mengikuti ujian di lokasi pusat UTBK UNDIP, yang terdiri dari tiga peserta tuna daksa dan tiga peserta tuna rungu. Penempatan peserta dilakukan secara strategis, di antaranya di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan untuk menunjang kebutuhan mobilitas peserta tuna daksa.

Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas, S.H., LLM., menyatakan bahwa seluruh prosedur pelayanan telah disusun agar sejalan dengan standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan. Prof. Paramita menekankan bahwa Undip memberikan perhatian serius terhadap detail teknis di lapangan guna meminimalisir kendala fisik bagi peserta. Hal ini membuktikan bahwa universitas tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya, Prof. Paramita menjelaskan kesiapan sarana prasarana yang ada di lokasi ujian. Prof. Paramita menjelaskan bahwa koordinasi antar unit telah berjalan maksimal untuk para peserta disabilitas.

“Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan oleh Undip. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan fasilitas kami dengan keperluan para peserta disabilitas tersebut secara maksimal,” jelasnya.

Dengan memberikan layanan khusus, Undip tetap memberlakukan protokol keamanan dan pemeriksaan yang ketat bagi seluruh peserta, termasuk penggunaan metal detector untuk mencegah segala bentuk kecurangan. Hal ini dilakukan sesuai dengan Standar Operational Procedure (SOP) yang ditetapkan oleh panitia pusat guna menjaga kredibilitas hasil ujian.

Dengan adanya sinergi antara layanan inklusif dan pengawasan yang ketat, Undip berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan sukses, jujur, dan memberikan pengalaman ujian yang suportif bagi seluruh calon mahasiswa. she

Share This Article
Exit mobile version