REMBANG (Jatengdaily.com) — Sukseskan program Ekoteologi dan Adiwiyata, MTsN 2 Rembang mengadakan program Harmoni Ekosistem Penanaman 700 Tunas Kelapa. Pencanangan program ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab yang turut menanam bibit pohon kepala di MTsN 2 Rembang, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan Kakanwil ini sebagai dukungan atas penanaman 700 bibit pohon kelapa yang diinisiasi oleh Kepala MTsN 2 Rembang, Ulin Nuha. Kakanwil menyampaikan apresiasi tinggi atas program MTsN 2 Rembang yang mendukung penuh program Ekoteologi Kementerian Agama. “Di sini kami ikut menanam pohon sebagai bentuk dukungan kami terhadap program Ekoteologi di MTsN 2 Rembang,” kata Kakanwil.
Menurut Kakanwil, MTsN 2 Rembang telah melaksanakan program Ekoteologi dengan berkolaborasi antara guru dan siswa. Sebanyak 600 siswa dan sekitar 100 guru dan pegawai menanam tunas kelapa, baik di madrasah maupun di rumah dan lingkungan sekitar.
“MTsN 2 Rembang telah berhasil mengedukasi siswa tentang pentingnya Ekoteologi. Hal ini terlihat dadi penerapan kolaborasi yang baik antar guru dan siswa untuk bersama-sama menanam 700 tunas kelapa,” ucapnya.
Kakanwil menambahkan, penanaman 700 pohon kelapa ini merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang memiliki banyak manfaat. “Pohon kelapa memiliki banyak manfaat, baik untuk lingkungan, rumah tangga maupun kesehatan,” ucap Kakanwil.
Ditambahkan pula, 6 tahun ke depan, pohon kelapa ini sudah bisa dipanen dan dinikmati oleh masyarakat. “Mari kita sama-sama mendukung program Ekoteologi Kementerian Agama dengan menanam pohon,” tandasnya.
Penamaan 700 tunas kelapa ini merupakan implementasi dari program MELATI (Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman) yang digagas oleh Kepal Kemenag Rembang, Moh. Mukson.
Mukson menyampaikan apresiasi kepada MTsN 2 Rembang yang telah merespon Ekoteologi dengan sangat baik.
Kepala MTsN 2 Rembang, Ulin Nuha mengatakan, penanaman pohon kelapa ini bertujuan untuk menjaga ekosistem lingkungan. “Program ini merupakan wujud kesadaran kami untuk menjaga alam dan juga merupakan ibadah,” kata Ulin.
Menurutnya, madrasah tidak hanya mencetak generasi cerdas tapi juga berakhlak mulia dengan menjaga lingkungan. St


