SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) mendukung penyelenggaraan The 1st PR Indonesia Corporate Communication Leader Awards 2026 atau PRIWOLA 2026 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia di Gedung Prof. Ir. Joetata Hadihardaja, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM, Kota Semarang, pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., dan Wakil Rektor III, Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom.
Dukungan USM dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyediaan lokasi acara (venue) sebagai bagian dari kerja sama dengan PR Indonesia dalam penyelenggaraan PRIWOLA 2026.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., menyampaikan bahwa USM terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya berbagai pihak, termasuk dunia profesional, industri, media, dan masyarakat,” ujarnya.
Pendiri (Founder) sekaligus CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, mengapresiasi kerja sama dengan USM dalam penyelenggaraan PRIWOLA 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan tempat, melainkan juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara media dan akademisi.
“Saya berharap kolaborasi dengan USM seperti ini—yang sangat bagus sekali—tidak hanya sebagai venue, tetapi juga menguatkan prinsip-prinsip kolaborasi antara media dan akademisi. Bukan sebatas menyelenggarakan acara, melainkan juga memberikan warna melalui inovasi di beberapa hal,” ujar Asmono.
Ia menambahkan, PRIWOLA 2026 merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan oleh PR Indonesia untuk memberikan pengakuan (rekognisi) kepada para pemimpin daerah perempuan serta pemimpin komunikasi di tingkat korporasi, kementerian, lembaga, dan perusahaan yang dinilai memberikan inspirasi dan dampak melalui kepemimpinannya.
Asmono mengatakan bahwa para pemimpin perempuan yang menerima penghargaan dalam PRIWOLA 2026 menunjukkan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan komunikasi yang dihadapi dalam praktik kehumasan sehari-hari.
Ia berharap kiprah mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mengambil peran dalam kepemimpinan komunikasi dan kehumasan.
“Para pemimpin perempuan yang kita apresiasi di ajang PRIWOLA tahun ini benar-benar menunjukkan kinerja yang bagus, bisa memberi inspirasi, dan sebagian dari mereka yang masih muda akan menjadi bintang muda (rising star) untuk menjadi pemimpin-pemimpin PR ke depan,” ujar Asmono.
Ke depan, kata Asmono, kerja sama antara PR Indonesia dan USM dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi.
Ia juga berharap PRIWOLA dapat dikembangkan melalui penambahan kategori maupun inovasi lainnya sehingga semakin bermakna dan memberikan dampak bagi ekosistem komunikasi di Indonesia.
“Terima kasih atas kerja sama yang baik dengan USM. Sampai jumpa di PRIWOLA 2027,” ungkapnya.
Salah satu penerima Anugerah PRIWOLA 2026 dengan kategori Rising Women Communication Leader, Indriani Siswati, mengaku merasa terhormat dan termotivasi setelah menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, penghargaan itu memberikan makna mendalam bagi dirinya, baik secara personal maupun profesional.
“Sangat merasa terhormat dan juga merasa termotivasi karena penghargaan ini memberikan makna yang luar biasa kepada saya, baik secara personal maupun profesional,” ujar Indriani.
Indriani juga menyampaikan terima kasih kepada PR Indonesia dan USM yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk hadir dan menerima penghargaan tersebut.
Ia berpesan agar perempuan yang ingin berkarier di bidang kehumasan tidak berhenti belajar. Sebab, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menjadi kesempatan bagi perempuan untuk mengambil peran lebih besar.
“Untuk rekan-rekan perempuan, jangan berhenti belajar. Justru pada saat ini, di mana teknologi begitu berkembang dan keterbukaan informasi terbuka sangat lebar, inilah kesempatan kita untuk mengambil peran, terus belajar, mengadopsi, beradaptasi, dan makin mahir dalam bidang yang kita geluti,” ujar Indriani.
Ia berharap semakin banyak ruang belajar bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat pengetahuan, serta mengimplementasikannya dalam berbagai peran, baik sebagai pembelajar maupun pemimpin. St



