By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Fathan Subchi Dikenang sebagai Pejuang NU dan Bangsa, Mengabdi Tanpa Pamrih hingga Akhir Hayat
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Fathan Subchi Dikenang sebagai Pejuang NU dan Bangsa, Mengabdi Tanpa Pamrih hingga Akhir Hayat

Jatengdaily.com
Published: 30 Oktober 2026 14:38
Share
Jenazah Almarhum Fathan Subchi diantar ribuan massa hingga peristirahatan terakhir di Makam Kasepuhan Girikusumo Mranggen. Foto: sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kepergian Anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) H Fathan Subchi bin Subchi Badawi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Sosok yang dikenal bersahaja, tawaduk, dan memiliki dedikasi tinggi itu dikenang sebagai pribadi yang sepanjang hidupnya mencurahkan tenaga dan pikiran untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Jenazah almarhum dimakamkan di Makam Kasepuhan Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (30/10/2026).

Setelah sempat disemayamkan di Kantor BPK RI dan kediaman di Condet Jakarta malam sebelumnya.

Prosesi pemakaman dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo KH Muhammad Munif Zuhri, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata yang juga adik almarhum, serta keluarga dan sejumlah tokoh lainnya.

Mewakili keluarga, KH Muhammad Munif Zuhri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Ia mengenang Fathan sebagai tokoh nasional yang telah memberikan pengabdian panjang untuk agama, NU, dan bangsa. Kiprahnya tercatat melalui dua periode sebagai anggota DPR RI hingga mengemban amanah di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, termasuk menjalankan tugas penting di Komisi XI.

“Bagi almarhum, politik bukan sekadar mengejar jabatan, tetapi menjadi ikhtiar untuk melaksanakan nilai-nilai agama dan memperjuangkan kemaslahatan umat,” ungkap KH Munif.

Menurutnya, Fathan merupakan kader PKB sekaligus santri NU yang konsisten menjaga nilai-nilai ke-NU-an. Dalam setiap amanah yang dijalankan, almarhum berupaya memastikan kebijakan dan pengelolaan keuangan negara benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Di luar kiprahnya di tingkat nasional, KH Munif juga mengenang Fathan sebagai pribadi yang sangat tawaduk, patuh kepada guru, serta selalu menerima nasihat dengan penuh takzim. Almarhum dikenal tidak mudah berprasangka buruk, pandai menjaga perasaan sahabat, dan memiliki kasih sayang besar kepada keluarga.

Pembawaannya yang ceria, murah senyum, serta penuh canda membuatnya dikenal sebagai sosok The Man of No Problem, yang selalu menyenangkan. Ia juga dermawan tanpa mengharapkan pujian dan tidak ambisius terhadap jabatan.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar menyebut Fathan bukan sekadar sahabat, melainkan saudara seperjuangan yang telah membuktikan pengabdian tanpa pamrih. Ia meyakini almarhum merupakan orang baik yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas dinas di Moskow, Rusia.

“Saya pribadi meyakini sahabat saya ini orang baik. Beliau meninggal dalam perjalanan dinas di Moskow, Rusia. Saya yakin beliau meninggal dalam keadaan syahid karena selama hidupnya terus berjuang dan tidak pernah berhenti memikirkan bangsa dan negara,” tuturnya.

Muhaimin juga mengingat perjalanan Fathan sejak berangkat dari Demak menuju Jakarta dengan berbagai keterbatasan. Sejak aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), almarhum telah menunjukkan kepedulian kepada sesama, termasuk membantu rekan-rekannya yang kesulitan biaya.

Menurutnya, Fathan berhasil membuktikan bahwa seseorang dari daerah dan dengan latar belakang sederhana mampu mencapai posisi penting dalam pengabdian kepada negara.

“Beliau tidak pernah lelah dan tidak pernah memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Pak Fathan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pengabdiannya,” katanya.

Menutup sambutannya, KH Munif menyampaikan pesan perpisahan penuh haru kepada almarhum.

Ia berharap seluruh perjuangan dan kebaikan Fathan menjadi amal yang diterima Allah SWT. Sementara Muhaimin menegaskan komitmennya untuk meneruskan semangat perjuangan sahabatnya.

“Wahai sahabat, anakku Fathan Subchi, selamat jalan menuju peristirahatan abadi. Tugasmu di dunia telah selesai dengan penuh kehormatan. Insyaallah perjuangan beliau sebagai pejuang NU, pejuang PKB, dan pejuang rakyat akan kami lanjutkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026). Saat perjalanan dinas di Moskow, Rusia. rie-she

You Might Also Like

Ketua PWI Jateng Ajak Wartawan Tak Lelah Pacu Kompetensi dan Cintai Profesi
Dari Webinar S2 Ilmu Hukum Unissula, Penegakan Hukum Harus Ditafsirkan Komprehensif
Kasus Meninggal Akibat COVID-19 Jadi 459, Sembuh 426 Orang
90 Ribu Galon Air Zam-Zam Tambahan untuk Jemaah Telah Dikirim dari Saudi
Program Beasiswa Santri di Jateng Kuliah ke Purguruan Tinggi Terealisasi pada 2026
TAGGED:Fathan Subchi meninggal
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?