DEMAK (Jatengdaily.com)– Menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Komunikasi sejak awal antara pemerintah, ulama, tokoh agama dan masyarakat menjadi salah satu cara untuk membaca potensi persoalan sekaligus mencari jalan keluarnya bersama.
Semangat itu mengemuka dalam Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FKUU) Kecamatan Demak yang digelar di Aula Kecamatan Demak, Rabu (16/9/2026). Mengusung tema “Menciptakan Kondusivitas Wilayah dan Jogo Kecamatan Demak yang Religius”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta.
Peserta berasal dari unsur Forkopimcam, kepala desa dan lurah, alim ulama, para nyai, tokoh masyarakat serta sejumlah unsur terkait. Forum ini menjadi ruang bertemunya pemerintah dengan para tokoh agama untuk membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kondisi wilayah.
Camat Demak Okky Andrianto SH MH mengatakan, FKUU merupakan salah satu program unggulan Bupati Demak yang dirancang sebagai wadah komunikasi antara pemerintah dengan ulama, kiai dan tokoh agama. Menurutnya, kegiatan FKUU di Kecamatan Demak telah digelar delapan kali, yakni dua kali di tingkat kecamatan dan enam kali di masing-masing kelurahan.
“FKUU ini menjadi wadah komunikasi dengan para ulama, kiai, dan tokoh agama. Pelaksanaannya sudah sebanyak delapan kali,” ujar Okky.
Menurut Okky, komunikasi tersebut penting untuk membangun langkah pencegahan, terutama menghadapi berbagai agenda dan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan persoalan. Persiapan bahkan dilakukan lebih awal menjelang Ramadan 2027 yang diperkirakan berlangsung pada Februari-Maret.
“Kami mencuri start, mendeteksi lebih awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu kami bekerja sama dengan Forkopimcam dan para alim ulama,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, ulama dan masyarakat selama ini telah memberikan dampak terhadap ketertiban kegiatan di Kecamatan Demak. Salah satu contohnya terlihat dalam pelaksanaan Takbir Mursal 2026 yang berlangsung lebih tertib karena adanya komunikasi dan kerja sama berbagai pihak.
Sementara itu, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE mengajak para ulama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi serta saling menghargai. Ia menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membantu menciptakan suasana masyarakat yang aman, nyaman dan kondusif.
“Kami mengajak kepada para alim ulama untuk bisa saling menghargai satu dengan yang lain, sehingga lingkungan kita dapat tetap kondusif,” tutur Eisti’anah.
Bupati juga menyinggung pentingnya komunikasi dalam menyikapi berbagai kebutuhan pembangunan yang disampaikan masyarakat. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelaksanaannya harus melalui tahapan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta prioritas pembangunan.
“Memang masyarakat maunya cepat. Tetapi dari Pemkab tidak bisa dalam sekejap mengabulkan semuanya, karena pembagian pembangunan juga sangat terbatas. Semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas pembangunan,” jelasnya.
Melalui FKUU, komunikasi antara pemerintah dan ulama diharapkan tidak hanya berlangsung ketika terjadi persoalan. Forum tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal, memperkuat kerukunan, sekaligus menjaga kehidupan masyarakat Kecamatan Demak tetap kondusif dan religius. rie-she



