SEMARANG (Jatengdaily-.com) — Semangat perubahan bergelora dari generasi muda Jawa Tengah. Forum MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMA/SMK Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum MPK Jawa Tengah (FOMJAT) turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Jawa Tengah Youth Summit yang digelar oleh Youth Impact Circle (YIC), Sabtu (11/4/2026).
Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, kegiatan ini mengusung tema besar “Mendorong Transformasi Pendidikan dan Kesehatan yang Inklusif di Jawa Tengah Melalui Partisipasi Aktif Generasi Muda”.
Tema tersebut menjadi panggilan bagi pelajar untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam perubahan.
FOMJAT, yang berdiri sejak 2019, dikenal sebagai wadah aspirasi siswa-siswi SMA dan SMK se-Jawa Tengah. Organisasi ini tidak hanya memiliki Pengurus Harian yang dipilih melalui seleksi ketat dari perwakilan kabupaten/kota, tetapi juga didukung oleh Dewan Pembina dan Dewan Pengawas yang diisi para alumni—menciptakan kesinambungan kepemimpinan yang kuat.
Sebelumnya, pada 15–16 Februari 2026, FOMJAT sukses menggelar Jateng Youth Legislative School (JYLS) di Hotel Riyadi Palace Surakarta. Kegiatan ini menjadi puncak proses rekrutmen sekaligus ruang pembentukan karakter kepemimpinan bagi generasi muda.
Dari forum tersebut, lahirlah Kepengurusan FOMJAT Angkatan 7 periode 2026–2027. Tongkat estafet kepemimpinan kini dipegang oleh Danendra Haidar Adicandra dari SMA Negeri 11 Semarang sebagai Ketua Umum.
Ia didampingi Diajeng Ayu Puspita dari SMA Negeri 5 Semarang sebagai Ketua 1, serta Vellisya Putri Ramadhany dari SMA Negeri 2 Purwokerto sebagai Ketua 2. Dengan formasi baru ini, FOMJAT menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang aspirasi yang hidup bagi pelajar Jawa Tengah.
Lebih dari itu, organisasi ini juga siap mengambil peran strategis dalam membangun Generasi Emas Indonesia—generasi yang tanggap terhadap perubahan, tangguh menghadapi tantangan, dan terampil dalam berkarya.
Tak hanya bergerak sendiri, FOMJAT juga membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi dan komunitas kepemudaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Langkah ini diyakini akan memperkuat kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan.
Dengan semangat kebersamaan yang mereka gaungkan—“FOMJAT Pasti Bisa, Pasti Gayeng”—para pelajar Jawa Tengah kini tak lagi sekadar bermimpi. Mereka bergerak, bersuara, dan siap menjadi motor perubahan dari ruang-ruang diskusi hingga panggung kebijakan. St


