SEMARANG (Jatengdaily.com) – Memasuki tahun ajaran baru 2026-2027, SMA Krista Mitra Semarang kembali menyambut kehadiran para siswa baru dengan cara yang hangat dan edukatif.
Sejalan dengan konsep “MPLS Ramah” yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah ini menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tema besar “Mewujudkan Sekolah Yang Nyaman dan Bermartabat”.
Suasana MPLS hari kedua menjadi sangat hidup dengan hadirnya narasumber spesial, Widya Ayu, S.Psi., M.H., yang merupakan psikolog sekaligus founder dari Payung Jiwa Psikologi Center.
Selaras dengan misi sekolah untuk menciptakan ruang belajar yang aman, Widya membawakan materi penting sekaligus mensosialisasikan Gerakan SAYANG TEMAN.
Gerakan ini membawa misi penting lewat 5 Aksi Nyata, sebuah program implementasi dari buku terbaru karya Widya yang berjudul STOP BULLYING START CARING. Di hadapan puluhan siswa baru, ia mengajak seluruh peserta untuk menanamkan budaya positif ini sejak dini.
”Ketika 5 Aksi Nyata—yaitu Sapa Teman, Kenali Teman, Peduli Teman, Bela Teman, dan Hargai Teman—dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan (habit), maka akan terbangun budaya saling mengasihi, menghargai, serta menumbuhkan rasa empati yang tinggi pada setiap anak,” jelas Widya hangat.
Ia menambahkan bahwa Gerakan SAYANG TEMAN ini dirancang untuk mempersempit ruang gerak pelaku perundungan, sekaligus menjadi langkah preventif paling efektif dalam menghentikan bullying di lingkungan sekolah.
Antusiasme Siswa Baru dan Harapan Sekolah
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh 62 siswa baru kelas X SMA Krista Mitra. Sejak awal hingga akhir sesi, para peserta tampak tertib dan antusias mengikuti pemaparan, terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi antara narasumber dan siswa.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak sekolah. Sandy Argita, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang mewakili Kepala SMA Krista Mitra, menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan krusial bagi perkembangan mental remaja.
”Materi ini sangat baik karena membantu para siswa, terutama kelas X, untuk memiliki sikap dan mental sebagai pelopor yang dapat mengimplementasikan 5 Aksi Nyata tersebut,” ujar Sandy.
Melalui pembekalan ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa-siswi baru dapat bersikap lebih bijak dalam membangun interaksi sosial, baik dengan teman sebaya, guru, maupun seluruh karyawan di lingkungan sekolah.
Dengan hilangnya tindakan perundungan, visi untuk mewujudkan SMA Krista Mitra sebagai sekolah yang aman, nyaman, dan bermartabat pun dapat tercapai seutuhnya. St

