Gugah Kesadaran Kampus, Prof Nasir Ingatkan USM, Visi Harus Hidup dalam Aksi

2 Min Read
Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Transforming University Vision to Action yang menghadirkan Prof. Drs. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D sebagai narasumber utama pada Rabu (7/1/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Menara USM lantai 8, Ruang Teleconference. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Transforming University Vision to Action yang menghadirkan Prof. Drs. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D sebagai narasumber utama pada Rabu (7/1/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Menara USM lantai 8, Ruang Teleconference.

Workshop tersebut dihadiri antara lain, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM beserta jajaran, Rektor USM Dr Supari ST MT yang bertindak sebagai moderator serta pejabat struktural di setiap fakultas dan program studi.

Hadir pula Wakil Rektor I USM, Prof Dr Haslina MSi, Wakil Rektor II USM,  Dr Abdul Karim SE MSi, Ak CA, dan Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong civitas akademika USM agar mampu menerjemahkan visi universitas ke dalam langkah-langkah nyata dan operasional. Dalam pemaparannya, Prof. Mohamad Nasir mengatakan, visi tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen atau slogan. Visi harus diterjemahkan ke dalam perencanaan strategis yang jelas dan dapat dijalankan.

Proses tersebut dimulai dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki universitas, kemudian menentukan strategi yang tepat hingga dirumuskan dalam program kerja yang operasional.

”Visi yang tidak diterjemahkan hanya akan menjadi katalog. Ia hanya ada di atas kertas. Oleh karena itu, visi harus diwujudkan dalam strategic plan yang bisa dijalankan dan dipahami oleh seluruh stakeholder,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Nasir menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pimpinan dalam mereview kembali program dan aksi yang telah dijalankan. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara visi universitas dengan action plan yang telah dibuat.

”Tugas pimpinan adalah mereview apa yang sudah dilakukan. Kalau sudah sesuai dengan visi, segera jalankan. Jika belum, maka harus segera diperbaiki. Kesalahan itu wajar, yang penting adalah melakukan perbaikan dan pelatihan,” tambahnya.

Dia berharap, melalui workshop tersebut seluruh civitas akademika USM dapat memiliki pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan visi universitas secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga target dan tujuan institusi dapat tercapai secara optimal. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.