SEMARANG (Jatengdaily.com) — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kental ketika lebih dari empat puluh insan LPH LPPOM Jawa Tengah berkumpul dalam gelaran Halal Bihalal 1447 Hijriah. Acara ini menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan karyawan, auditor halal, jajaran direksi, mitra halal officer, hingga tamu undangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.
Tak sekadar temu kangen pasca-Ramadan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemeriksa halal (LPH) dengan para ulama. Dalam suasana penuh keakraban, nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral sebagai pelayan umat kembali diteguhkan.
Direktur LPH LPPOM Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebagai inti dari Halal Bihalal. Ia mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari, “Barangsiapa pernah berbuat dzalim kepada saudaranya, maka hendaknya ia meminta kehalalannya (minta maaf). Sebab di akhirat tidak ada dinar dan dirham untuk menebus kesalahan.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa momen Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana membersihkan hati dan memperkuat hubungan antarsesama.
Kegiatan ini juga menghadirkan Keynote Speech dari Direktur Utama LPH LPPOM, Ir. Muti Arintawati, M.Si. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa insan LPH LPPOM merupakan pihak-pihak terpilih yang mengemban amanah besar dalam menjaga ketenteraman umat melalui pemeriksaan halal produk. Ia pun memberikan apresiasi atas kinerja LPH LPPOM Jawa Tengah yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada tiga auditor Jawa Tengah yang berhasil masuk dalam Top 15 Regional Auditor of The Year 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan profesionalisme auditor dalam menjalankan tugasnya.
Namun demikian, Muti Arintawati juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Dengan semakin banyaknya lembaga pemeriksa halal yang bermunculan—tercatat mencapai 125 LPH—persaingan menjadi semakin ketat. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, kualitas audit, serta prinsip-prinsip pemeriksaan halal yang benar. “LPH LPPOM sebagai lembaga pertama dan tertua harus mampu menjadi teladan, sekaligus tetap adaptif dan kompetitif,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh auditor untuk terus menghadirkan layanan yang berintegritas, handal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Semangat inovasi dan sinergi dinilai menjadi kunci untuk menarik kepercayaan pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal.
Tak berhenti pada Halal Bihalal, rangkaian kegiatan berlanjut keesokan harinya, Ahad 26 April 2026, dengan agenda Refreshment Auditor. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPH LPPOM Jawa Tengah dalam memperbarui pemahaman auditor terhadap regulasi halal yang terus berkembang di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmad Rofiq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh auditor di Jawa Tengah atas kontribusi dan dedikasi mereka selama ini. Di tingkat provinsi, tiga auditor juga berhasil meraih predikat Auditor of The Year 2025, menambah deretan prestasi yang membanggakan.
Komitmen terhadap kualitas juga ditunjukkan melalui kepemilikan sertifikat kompetensi oleh para auditor di Jawa Tengah. Hal ini menjadi aspek krusial, mengingat auditor merupakan ujung tombak dalam memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
Di tengah pertumbuhan pesat lembaga pemeriksa halal, LPPOM tetap memiliki keunggulan sebagai pelopor dengan pengalaman puluhan tahun. Namun, pengalaman tersebut tidak membuat terlena. Sebaliknya, LPPOM terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem halal yang kuat di Indonesia.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, LPH LPPOM Jawa Tengah tidak hanya merajut silaturahmi, tetapi juga meneguhkan langkah untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan umat terhadap jaminan produk halal. St


