DEMAK (Jatengdaoly.com)– Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Demak tidak sekadar menjadi malam hiburan. Melalui Harmoni Kemerdekaan Kabupaten Demak 2026, Pemerintah Kabupaten Demak ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat tanpa sekat. Alun-Alun Demak pun dipilih sebagai lokasi acara agar semangat kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan bersama, Jumat (28/08/2026) malam.
Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE mengatakan, suasana puncak peringatan kemerdekaan tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus rasa haru.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan, hingga akhirnya dapat menyatu dengan masyarakat. “Rasa bahagia dan merinding begitu luar biasanya. Puncak peringatan HUT kemerdekaan ini luar biasa,” ujar Eisti’anah.
Menurutnya, pemilihan Alun-Alun Demak sebagai lokasi Harmoni Kemerdekaan memiliki pesan penting.
Pemerintah ingin menciptakan ruang bersama sehingga masyarakat dapat menikmati kegembiraan kemerdekaan secara langsung tanpa adanya jarak dengan pemerintah.
“Kami ingin menjadi ruang bersama antara pemerintah dan masyarakat, tidak berjarak, sehingga bisa merasakan kegembiraan kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Namun, di tengah kemeriahan tersebut, Eisti’anah mengajak masyarakat tidak melupakan warga yang masih menghadapi kesulitan dan musibah. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian, solidaritas dan gotong royong.
“Mari kita sisihkan kepedulian kepada daerah yang sedang menghadapi musibah. Semoga semua elemen dapat bergotong royong menangani saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ungkapnya.
Eisti’anah juga berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam perayaan kemerdekaan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Ia ingin generasi muda Demak semakin bangga terhadap budaya daerah, sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas yang nantinya dapat menjadi energi positif bagi pembangunan.
“Tidak ada persoalan yang tidak bisa dihadapi dan tidak ada cita-cita yang tidak bisa diwujudkan ketika kita saling membantu, menghargai dan sengkuyung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahya Rini menjelaskan, Harmoni Kemerdekaan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi berbagai kompetisi dan kreativitas masyarakat. Karya-karya tersebut kemudian dipertemukan dalam malam anugerah penghargaan.
“Dari jalanan menuju panggung, dari kompetisi menuju apresiasi, dari beragam karya dan karsa kita satukan dalam satu harmoni. Harmoni Kemerdekaan,” kata Endah.
Berbagai pertunjukan turut memeriahkan malam tersebut, mulai dari tari Kidung Ibu Pertiwi, Rantai Kata Nusantara, campursari persembahan Bank Jateng, Ruang Juang, fire dance hingga light percussion. Selain penghargaan bagi peserta, masyarakat juga mendapat suguhan Jamuan Rakyat berupa 1.500 porsi soto ayam yang dibagikan secara gratis.
Endah menegaskan, seluruh rangkaian acara bukan hanya ditujukan untuk menciptakan kemeriahan, tetapi juga memberikan ruang bagi karya, kreativitas dan kebersamaan masyarakat Demak.
“Malam ini adalah milik masyarakat Demak. Karena kemerdekaan selalu menemukan makna terbaiknya ketika dirayakan dalam kebersamaan,” ujarnya.
Harmoni Kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti sebagai pesta sesaat. Melainkan meninggalkan semangat untuk terus berkarya, saling menguatkan dan menjaga Demak sebagai rumah bersama. rie-she



