By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Iring-iringan Tumpeng 9 Grebeg Besar Demak, Simbol Dakwah Warisan Walisongo Serta Bersatunya Pemimpin dan Rakyat
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Iring-iringan Tumpeng 9 Grebeg Besar Demak, Simbol Dakwah Warisan Walisongo Serta Bersatunya Pemimpin dan Rakyat

Last updated: 27 Mei 2026 03:55 03:55
Jatengdaily.com
Published: 27 Mei 2026 03:55
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah didampingi Suami, dr Moh Zaky Maardi, Wabup KH Muhammad Badruddin, Sekda H Akhmad Sugiharto dan Forkompimda saat memimpin iring-iringan Tumpeng 9 dalam Tradisi Grebeg Besar Demak 1447 H. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Tradisi iring-iringan Tumpeng 9 kembali menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Grebeg Besar Demak 1447 Hijriah.

Ribuan warga memadati sepanjang jalan dari Pendapa Satya Bhakti Praja menuju serambi Masjid Agung Demak, Selasa (26/05/2026) malam.

Suasana sakral berpadu semarak budaya saat sembilan tumpeng dan gunungan hasil bumi diarak dari Pendapa Kabupaten Demak bersama pembawa manggar menuju lokasi pasrah tampi atau serah terima di serambi Masjid Agung Demak.

Tumpeng 9 sendiri memiliki makna mendalam dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa.

Angka sembilan melambangkan Walisongo yang dikenal menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan damai melalui seni dan budaya masyarakat.

Filosofi tersebut hingga kini masih dijaga sebagai simbol persatuan, kesempurnaan, dan kuatnya nilai dakwah Islam di Demak.

Selain itu, bentuk tumpeng yang mengerucut ke atas menggambarkan hubungan manusia dengan Allah SWT.

Sementara gunungan hasil bumi menjadi lambang rasa syukur masyarakat atas kemakmuran, kesejahteraan, dan kehidupan harmonis yang terus diharapkan hadir di tengah masyarakat Demak.

Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE mengatakan, malam puncak Grebeg Besar tahun ini menjadi momentum istimewa untuk menjaga tradisi warisan leluhur. Menurutnya, Grebeg Besar bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kepada ulama dan penyebar Islam di Nusantara.

“Malam ini merupakan momen istimewa karena kita merayakan puncak tradisi budaya Grebeg Besar Demak 1447 Hijriah. Tradisi ini sudah mengakar dan menjadi bagian penting sejarah berdirinya Kabupaten Demak sebagai wujud syukur nikmat kepada Allah SWT, sekaligus penghormatan kepada para leluhur dan ulama yang telah berjasa menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa,” ungkap Eisti’anah.

Ia menambahkan, sembilan tumpeng yang diarak memiliki pesan keteladanan dari Walisongo. “Sembilan menyimbolkan Walisongo dengan kebijaksanaan, keteladanan, dan kelembutan hati dalam menyebarkan ajaran Islam secara damai di Nusantara. Mohon doa semoga tradisi adiluhung ini bisa menjadi pengingat untuk menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Demak Endah Cahya Rini menjelaskan bahwa tumpeng melambangkan harapan masyarakat kepada Sang Pencipta agar kehidupan semakin baik.

“Di dalam tumpeng terdapat aneka makanan yang diharapkan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sedangkan benang merah Grebeg Besar dan Tumpeng Songo berasal dari syiar Sunan Kalijaga dan Walisongo di Demak. Grebeg berarti ramai-ramai di depan Masjid Agung Demak, sedangkan sembilan tumpeng menjadi simbol Walisongo yang mengajarkan Islam melalui seni dan budaya agar masyarakat tertarik datang ke masjid,” pungkasnya. rie-she

You Might Also Like

Masa Kampanye, Bawaslu Jateng Temukan 16 Pelanggaran Protokol Kesehatan
Tiga Provinsi Baru di Papua Segera Diresmikan
Sambut Natal dan Tahun Baru, Metro Park View Hotel Gelar Christmas Tree Lighting Ceremony Bertema Wonderland Nusantara
Demo Solidaritas Meninggalnya  Driver Ojol Berakhir  Ricuh  di Depan Polda Jateng Semarang
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan Dikembangkan lewat Kerjasama dengan Uni Emirat Arab
TAGGED:Tumpeng 9 Grebeg Besar Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?