By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Jaga Kepercayaan Masyarakat, Lazismu Perkuat Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jaga Kepercayaan Masyarakat, Lazismu Perkuat Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah

Jatengdaily.com
Published: 6 November 2026 11:53
Share
Lazismu Jateng Gelar Muhammadiyah Zakat Summit 2026. Foto: Siti KH
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menyelenggarakan Simposium Muhammadiyah Zakat Summit (MZS) 2026 dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, pimpinan Muhammadiyah, serta perwakilan Lazismu dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan tuan rumah Lazismu Jateng.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (6/11/2026) di Astoria Ballroom, Hotel Dafam Semarang, tersebut mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Lembaga yang Terinspirasi Menuju Filantropi Islam yang Berkelanjutan dan Berdampak”.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan profesionalisme amil, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Pimpinan Lazismu dan nara sumber. Foto: Siti KH

Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi keberlanjutan lembaga filantropi Islam. Karena itu, kepercayaan harus terus dibangun melalui tata kelola yang baik, transparan, dan profesional.

Menurutnya, perkembangan Lazismu yang semakin luas, dengan pertumbuhan cabang dan kantor layanan di berbagai daerah, membutuhkan perangkat organisasi yang semakin kuat.

“Kepercayaan itu harus kita pupuk. Tata kelola juga harus disiapkan instrumennya karena kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Lazismu ke depan semakin besar,” ujarnya.

Hilman menjelaskan, penguatan kapasitas amil menjadi salah satu pekerjaan penting Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Amil harus memiliki kompetensi, profesionalisme, talenta, serta keterampilan yang memadai.

Ia menyebutkan, upaya peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Salah satunya melalui Sekolah Amil yang telah diikuti sekitar 120 peserta. Selain itu, proses sertifikasi amil juga terus didorong agar profesi amil mendapatkan pengakuan dan penghargaan secara profesional.

Selain sumber daya manusia, Hilman menyoroti pentingnya transformasi digital. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam membayar zakat menuntut Lazismu terus mengembangkan platform digital sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.

Transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemudahan penghimpunan dana, tetapi juga menyangkut akuntabilitas, transparansi, serta kemampuan lembaga dalam menunjukkan hasil dan dampak penyaluran dana umat.

“Digitalisasi harus terus kita perkuat, termasuk literasinya. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bagaimana dana yang dihimpun dikelola, disalurkan, serta bagaimana dampaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus (BP) Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan sertifikasi amil secara nasional.

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memudahkan pengelolaan manajemen kelembagaan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat.

 Perilaku Filantropi Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., memaparkan hasil survei nasional mengenai perilaku filantropi masyarakat Muslim di Indonesia.

Ia mengungkapkan, potensi filantropi umat Islam sangat besar. Berdasarkan data survei yang dipaparkannya, terdapat sekitar Rp343 triliun dana yang disalurkan masyarakat Muslim melalui berbagai bentuk filantropi, mulai dari zakat mal, zakat fitrah, kurban, infak, sedekah, hingga wakaf.

Namun, sebagian besar penyaluran tersebut masih dilakukan melalui lembaga-lembaga informal. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga filantropi formal, termasuk Lazismu, untuk meningkatkan penetrasi dan memperluas kepercayaan masyarakat.

Burhanuddin menilai Lazismu memiliki modal sosial yang cukup kuat karena tingkat kepercayaannya tergolong tinggi. Akan tetapi, tingkat pengenalan masyarakat terhadap keberadaan dan peran Lazismu masih perlu ditingkatkan.

“Kepercayaan tinggi, tetapi masyarakat belum semuanya mengetahui Lazismu dan bagaimana lembaga ini menghimpun sekaligus mendistribusikan dana umat,” ungkapnya.

Ia merekomendasikan agar Lazismu lebih aktif memperkenalkan berbagai program pemberdayaan yang telah dilakukan.

Kisah keberhasilan penerima manfaat, seperti pelaku UMKM, keluarga yang terbantu melalui program pengentasan kemiskinan, hingga penerima beasiswa, perlu dipublikasikan secara lebih luas.

Menurutnya, publikasi keberhasilan program bukanlah bentuk riya, melainkan upaya menyampaikan kebaikan sekaligus membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat pengelolaan zakat melalui lembaga formal.

Dengan pengelolaan yang terorganisasi, penyaluran zakat diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Muhammadiyah Zakat Summit 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara utama, yskni Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, yang mengangkat tema “Perubahan Perilaku Filantropi Masyarakat Muslim dan Masa Depan Lembaga Zakat di Indonesia”.

Adapun Keynote Speech lainnya  yakni Dr. Sukamto, S.E., M.Si., Direktur BPRS Artha Surya Barokah, dengan tema “Filantropi Islam dan Ekosistem Keuangan Inklusif”.

Melalui Muhammadiyah Zakat Summit 2026, Lazismu diharapkan semakin memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas amil, serta mengembangkan inovasi penghimpunan dan pendistribusian dana umat.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan filantropi Islam sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang profesional, berkelanjutan, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat. she

You Might Also Like

Polri Temukan Aliran Dana ke Kepulauan Virgin dalam Kasus DNA Pro
Penembakan Istri TNI Sudah Direncanakan, Tim Gabungan Buru Pelaku
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
Kemendikbud Terbitkan Kurikulum Darurat pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus
Rizki dan Ridho DA Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?