Jateng Mantap Menyongsong MTQ Nasional 2026, Menyemai Cahaya Al-Qur’an untuk Negeri

5 Min Read
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, foto bersama usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional di Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin (19/1/2026). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Di tengah ikhtiar merawat syiar Islam yang menyejukkan, Jawa Tengah bersiap menjadi panggung kebersamaan umat melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026.

Dengan persiapan yang dinilai matang, provinsi ini optimistis menghadirkan perhelatan Al-Qur’an yang tak hanya khidmat, tetapi juga membekas di hati masyarakat.

Keyakinan itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional di Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin (19/1/2026).

Menurut Abu, kesiapan sejak dini menjadi fondasi utama agar MTQ Nasional tidak sekadar sukses pelaksanaan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Indonesia. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, Jawa Tengah dinilai berada di barisan terdepan dalam hal perencanaan dan koordinasi.

“Dari seluruh persiapan yang kami pantau, Jawa Tengah termasuk yang paling siap. Perencanaannya matang, koordinasinya berjalan baik, dan dukungan pemerintah daerahnya sangat kuat,” ujar Abu optimistis.

Lebih dari sekadar ajang lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an, Abu menekankan bahwa MTQ Nasional merupakan ruang strategis untuk memperkuat syiar Islam yang menyejukkan dan membumi. Karena itu, setiap rangkaian kegiatan harus dirancang secara komprehensif, bermakna, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“MTQ Nasional harus menjadi ruang edukasi keagamaan yang bermutu, menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat. Koordinasi yang solid diyakini akan memastikan MTQ Nasional berjalan tertib, khidmat, dan berkelas.

Tak hanya fokus pada arena perlombaan, Abu mendorong penguatan kegiatan pendukung seperti pameran dan expo.

Keterlibatan perguruan tinggi, satuan kerja, hingga pelaku usaha lokal dinilai mampu memperluas dampak MTQ Nasional, termasuk dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“MTQ Nasional bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi dampak ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pariwisata,” ungkapnya.

Abu berharap MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah dapat menjadi contoh penyelenggaraan yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberi nilai tambah sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah tuan rumah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran daerah untuk mendukung kesuksesan MTQ Nasional. Menurutnya, MTQ merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

“MTQ Nasional adalah kehormatan sekaligus amanah besar. Kami berkomitmen menyiapkannya dengan sebaik-baiknya agar berjalan lancar dan bermartabat,” ujar Saiful.

Ia menjelaskan, pembagian tugas lintas instansi di tingkat provinsi telah disepakati melalui rapat koordinasi. Kanwil Kemenag Jawa Tengah mendapat mandat strategis, tidak hanya dalam mendukung sukses penyelenggaraan, tetapi juga mendorong prestasi kafilah Jawa Tengah.

“Kami sepakat MTQ Nasional harus sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kanwil Kemenag Jawa Tengah siap mendukung target tersebut,” tegasnya.

Pembinaan peserta pun dilakukan secara berkelanjutan agar kafilah Jawa Tengah mampu tampil optimal dan kompetitif di tingkat nasional. Selain itu, Saiful menekankan pentingnya menjaga nilai ketertiban, kebersamaan, dan kekhidmatan selama MTQ berlangsung.

“Kami ingin MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi ajang yang tertib, edukatif, menyejukkan, serta mencerminkan semangat moderasi beragama,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Dirjen Bimas Islam, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Dalam forum itu, turut dibahas konsep pembukaan dan penutupan agar dikemas menarik, berkesan, dan sarat makna.

Sebagai informasi, Provinsi Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 715 Tahun 2025 tertanggal 14 Juli 2025.

Dengan dukungan infrastruktur, pengalaman panjang dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan, serta sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, Jawa Tengah optimistis mampu menghadirkan MTQ Nasional yang lancar, khidmat, dan berprestasi. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.