SEMARANG (Jatengdaily.com) — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Halalbihalal Juang Kencana (JuKen) Komisariat BKKBN Jawa Tengah yang digelar di Ruang Vasektomi, Jalan Pemuda, Semarang, Sabtu (4/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pensiunan BKKBN yang tergabung dalam JuKen untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kembali semangat pengabdian mereka.
JuKen sendiri merupakan wadah bagi para purnabakti BKKBN di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Melalui organisasi ini, para anggota tetap berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga dan kependudukan.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi, dalam sambutannya menegaskan bahwa halalbihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan pasca-Idulfitri. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk menyambung kembali hubungan yang mungkin sempat renggang, sekaligus memperkuat komitmen bersama.
“Halalbihalal bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk membuka hati, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Dengan saling memaafkan, semoga amal ibadah Ramadan kita diterima dan setiap langkah ke depan diberkahi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota JuKen untuk menjadikan semangat Idulfitri sebagai energi baru dalam memperkuat kebersamaan. Menurutnya, pengalaman dan dedikasi para anggota JuKen tetap dibutuhkan dalam mendukung program-program BKKBN di tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Taj Yasin, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memaafkan dengan niat yang tulus karena Allah SWT, bukan semata-mata karena manusia.
Nawal mengingatkan bahwa Nabi Muhammad merupakan teladan utama dalam hal memaafkan. Ia mencontohkan beberapa peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah SAW, seperti peristiwa di Taif, ketika beliau tetap mendoakan kebaikan bagi penduduk yang telah menyakitinya, hingga peristiwa Fathu Makkah yang menunjukkan pengampunan massal kepada kaum yang pernah memusuhinya.
“Jika seseorang datang karena manusia, lalu tidak mendapat sambutan baik, hatinya bisa menjadi sempit. Tetapi jika datang karena Allah, meskipun ditolak, hatinya tetap lapang,” tutur Bunda Literasi Jawa Tengah tersebut.
Sementara itu, Ketua JuKen Komisariat BKKBN Jawa Tengah, Trikoyo, menggarisbawahi pentingnya peran JuKen di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa pengalaman panjang para anggota menjadi modal besar dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Menurutnya, salah satu kontribusi nyata JuKen dapat dilihat dalam dukungan terhadap program Sidaya (Lansia Berdaya), yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Jawa Tengah.
Kegiatan halalbihalal ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dewan Pembina JuKen Pusat Pristy Waluyo, Ketua JuKen Jawa Tengah Eddy Prabowo, Ketua Majelis Taklim As-Sakinah Sujarno, serta para penceramah M. Zabidi dan M. Munir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai saling memaafkan terus terjaga, sekaligus memperkuat kontribusi JuKen dalam pembangunan keluarga yang berkualitas di Jawa Tengah. St


