DEMAK (Jatengdaily.com)– Dua desa di Kabupaten Demak kini memiliki kepala desa baru melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW). Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah melantik dan mengambil sumpah janji Kepala Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, serta Kepala Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kamis (13/08/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya tugas kedua kepala desa untuk melanjutkan roda pemerintahan dan pelayanan di masing-masing wilayah. Prosesi dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi dan pengajuan dari pemerintah desa melalui kecamatan hingga kabupaten dinyatakan selesai sesuai ketentuan.
Bupati Eisti’anah mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB) telah memastikan seluruh persyaratan diproses sebelum pelantikan digelar. “Syarat sudah diajukan dari desa lewat kecamatan sampai ke tingkat kabupaten oleh Dinpermades P2KB. Sudah kita proses, kita lakukan penandatanganan dan hari ini pelantikan serta sumpah janji,” katanya.
Usai dilantik, Bupati Eisti’anah meminta kedua kepala desa tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Keduanya diharapkan segera membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan dan kebutuhan yang ada di wilayah masing-masing.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah kecamatan juga harus menjadi perhatian. Camat, kata Eisti’anah, memiliki posisi penting sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjalankan pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Lebih dari sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, kepala desa dituntut memiliki integritas dan kejujuran dalam mengemban amanah. Eisti’anah menilai karakter tersebut menjadi modal utama agar kebijakan dan pembangunan desa benar-benar diarahkan untuk kepentingan warga.
“Bagaimana jiwa integritas dan kejujuran dari para kepala desa untuk bisa membangun desa tersebut, karena sekarang ini tuntutannya bisa berinovatif,” tegasnya.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang, kepala desa juga diminta tidak berhenti pada pola kerja rutin. Inovasi diperlukan agar potensi desa dapat dikembangkan dan pelayanan kepada warga semakin mudah, cepat, serta tepat sasaran. Kepentingan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.
Bupati Eisti’anah berharap kedua kepala desa yang baru dilantik segera bekerja dan memperkuat sinergi dengan seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat. “Ini bisa memberikan pelayanan terbaik di atas kepentingan pribadi,” pungkasnya. Dengan semangat tersebut, kepala desa PAW diharapkan mampu melanjutkan pembangunan sekaligus membawa Ngaluran dan Trengguli semakin maju.rie-she



