SEMARANG ( Jatengdaily.com) – Dalam upaya meningkatkan kreativitas kuliner dan membuka peluang usaha rumahan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM) memberikan Pelatihan Pembuatan Klepon Ubi Ungu kepada Ibu-Ibu PKK RT 01/ RW 04 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, pada Minggu (19/7/2026).
Ketua Panitia Pelatihan, Teguh Putra Pratama mengatakan, para peserta mengikuti kegiatan tersebut cukup antusias. Mereka belajar mengkreasikan jajanan pasar tradisional menjadi lebih modern dan bernilai ekonomis.
Klepon identik dengan warna hijau dari daun suji atau pandan. Namun, dalam pelatihan tersebut, inovasi dilakukan dengan menggunakan ubi ungu sebagai bahan baku utama kulit klepon.
”Selain memberikan warna ungu alami yang cantik, ubi ungu juga kaya akan antioksidan dan serat sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi,” tuturnya.
Dia menambahkan, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan keterampilan baru yang praktis dan bisa langsung dipraktikkan di rumah serta sebagai upaya diversifikasi pangan lokal.
”Kami ingin menunjukkan bahwa jajanan tradisional seperti klepon bisa naik kelas. Dengan sedikit kreativitas menggunakan ubi ungu, tampilannya jadi lebih kekinian, rasanya lebih legit dan yang terpenting punya nilai jual yang lebih tinggi untuk membatu perekonomian keluarga,” kata Teguh.
Selama pelatihan, katanya, para peserta diajarkan seluruh proses pembuatan klepon, dimulai dari pemilihan bahan baku ubi ungu yang segar dan berkualitas, teknik pengukusan.
Selain itu juga penghalusan ubi ungu agar menghasilkan tekstur adonan yang khalis, trik membungkus gula merah agar tidak bocor saat direbus serta packaging yang menarik untuk pemasaran.
Ketua PKK RT 01, Qori Afifah mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut, karena mbermanfaat bagi warga.
Menurutnya, pembuatan klepon ubi ungu ternyata mudah dengan bahan-bahan yang terjangkau serta dapat menjadi cemilan keluarga yang sehat.
”Awalnya, saya kira susah untuk membuat adonan yang khalis dari bahan ubi ungu dan bertanya apakah enak rasanya? Ternyata setelah dipraktikan caranya mudah dan rasanya enak. Warnanya juga cantik, anak-anak dirumah pasti suka. Malah saya juga kepikiran untuk mencoba jualan kecil-kecilan lewat media sosial,” kata Qori Afifah.
Di akhir sesi, hasil karya klepon ubi ungu dari peserta disajikan dan dicicipi bersama.
Dia berharap, dari kegiatan ini melahirkan pelaku UMKM baru di bidang kuliner yang mampu bersaing dan menggerakan roda ekonomi kreatif di tingkat lingkungan rukun warga. St

