SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Semarang (USM) memberikan Pelatihan Budi Daya Akuaponik (LEGA: Lele dan Sayur Keluarga) dan Kerja Bakti untuk Meningkatkan Kebersihan dan Kesehatan di Balai Posyandu RW 03 Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada 17 Juli 2026.
Kegiatan diikuti Ibu-Ibu PKK di RW 03 Kelurahan Wates. Ketua Kelompok KKN PPM USM, Putri Eka mengatakan, program kerja ”LEGA” merupakan implementasi dari sistem akuaponik, yakni sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan budi daya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu tempat.
Tujuan kegiatan itu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan budidaya ikan lele dan penanaman sayuran khususnya tanaman kangkung.
”Program ‘LEGA’ dirancang agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap, melalui edukasi dan praktik sederhana yang mudah diterapkan, warga mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya ikan lele dan sayuran sebagai sumber pangan keluarga, sekaligus membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama,” katanya.
Dia menambahkan, tim mahasiswa KKN PPM USM memberikan edukasi mengenai cara sederhana membudidayakan ikan lele dan menanam berbagai jenis sayuran yang dapat diterapkan di pekarangan rumah.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pemanfaatan lahan yang tersedia sebagai sumber pangan keluarga yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan. Melalui penerapan konsep ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
”Selain memberikan pelatihan pembuatan akuaponik, mahasiswa KKN PPM USM bersama warga untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar Posyandu dan kawasan permukiman RW 03. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman serta memperkuat budaya gotong-royong di tengah Masyarakat,” ujarnya. St


