SEMARANG (Jatengdaily.com)— Prestasi ditorehkan oleh dua tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) melalui ajang internasional ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) yang diselenggarakan pada 10 – 12 Februari 2026 di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Universitas Diponegoro.
AISEEF adalah acara yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) yang bertujuan untuk menginspirasi dan membangun pemuda di bidang pendidikan, penelitian ilmiah, dan inovasi. Acara ini merupakan platform internasional yang dirancang untuk menunjukkan penelitian dan solusi inovatif para peserta terhadap tantangan global. AISEEF juga menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran untuk membangun pemuda pemimpin yang berpikir kritis dan inovatif untuk masa depan.
Dalam kompetisi tersebut, kedua tim dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik berkompetisi di dua kategori berbeda. Tim JELITA yang beranggotakan Dafa Alfarisy, Algio Munanda Heriadi, Maulana Putra Al Amin, dan Rizky Eka Anugrah berhasil meraih Gold Medal pada Kategori Physic, Energy, and Engineering.
Inovasi berjudul JELITA (JELantah Integrated Automation): Smart Control System for Waste Cooking Oil Supply in a Mini Biodiesel Plant yaitu Inovasi yang menghadirkan sistem kontrol cerdas terintegrasi untuk pengelolaan dan suplai minyak jelantah sebagai bahan baku mini plant biodiesel. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses, memastikan kestabilan pasokan bahan baku, serta mendukung produksi energi terbarukan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Tim SAWITCARE yang beranggotakan Tiaman Gea, Atika Mutia, Dimas Putra Pratama, Sahrani Marwiah, dan Muhammad Fajri Maulana berhasil mendapatkan Silver Medal pada Kategori Informatic, Robotic, and Artificial Intelegence (AI).
Inovasi yang berjudul SawitCare: Implementation of an IoT Based Smart System for Monitoring and Oil Palm Nursery Management to Improve Plant Quality yaitu inovasi dengam sistem pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memadukan serta mengelola pembibitan kelapa sawit secara presisi. Sistem ini memungkinkan pemantauan parameter lingkungan secara real-time, analisis data berbasis AI, serta pengambilan keputusan otomatis guna meningkatkan kualitas bibit tanaman.
Prestasi yang diraih oleh kedua tim ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan mencapai prestasi. Selain itu, pencapaian ini juga membuktikan bahwa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik terus mendorong penguatan riset guna melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi nyata di tingkat nasional maupun internasional. she


