By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mangrove Jadi Energi Baru Nelayan, PNJ Demak Latih Pembuatan Bioetanol dan Perawatan Mesin Perahu
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Mangrove Jadi Energi Baru Nelayan, PNJ Demak Latih Pembuatan Bioetanol dan Perawatan Mesin Perahu

Last updated: 14 Juli 2026 07:25 07:25
Jatengdaily.com
Published: 14 Juli 2026 07:25
Share
Tim PNJ Kampus Demak saat memberikan pelatihan pembuatan bioetanol pada nelayan Tambakbulusan Karangtengah. Foto : Humas PNJ Kampus Demak
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Potensi mangrove di pesisir Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif yang dapat membantu menekan biaya operasional nelayan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Kampus Demak membekali para nelayan dengan keterampilan mengolah buah mangrove menjadi bioetanol sekaligus merawat mesin perahu agar lebih hemat bahan bakar.

Pelatihan yang berlangsung di kawasan Pantai Glagah Wangi Istambul pada 11 Juli 2026 itu diikuti sekitar 20 nelayan yang tergabung dalam paguyuban nelayan Tambakbulusan. Program ini menggabungkan pemanfaatan energi terbarukan dengan peningkatan kemampuan teknis nelayan dalam menjaga performa mesin perahu.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat PNJ Kampus Demak, Dr. Gun Gun Ramdlan Gunadi, mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari hasil diskusi bersama nelayan yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar saat melaut. Menurutnya, melimpahnya buah mangrove di wilayah Tambakbulusan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif.

“Kami memilih pelatihan konversi mangrove menjadi bioetanol dan perawatan mesin karena potensi mangrove di Tambakbulusan sangat melimpah. Jika dimanfaatkan dengan baik, bioetanol ini dapat menjadi alternatif bahan bakar yang mampu menurunkan biaya operasional nelayan hingga lebih dari 30 persen,” ujar Gun Gun, Selasa (14/07/2026).

Ia menambahkan, pelatihan perawatan mesin juga menjadi bagian penting karena kondisi mesin yang terawat akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mulai dari penggantian oli, filter oli, filter bahan bakar, busi, perawatan sistem pendingin, baling-baling hingga sistem kelistrikan perahu.

Gun Gun didampingi dosen Sugiyarto, S.Pd., M.Pd., serta  sejumlah mahasiswa Program Studi D-3 Teknik Mesin memberikan terdiri dan pelatihan langsung di lokasi. Selain teori, nelayan juga mempraktikkan langsung proses pembuatan bioetanol.

Mulai dari pengumpulan buah mangrove, penghancuran, perebusan, fermentasi, hingga proses destilasi. Kemudian bioetanol yang dihasilkan diuji pada mesin perahu, dan hasilnya mesin dapat dihidupkan serta beroperasi dengan normal.

Ketua Paguyuban Nelayan Tambakbulusan, Siswanto, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia berharap kerja sama antara PNJ dan nelayan terus berlanjut agar potensi mangrove tidak hanya dijaga sebagai kawasan konservasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih dan berharap penelitian maupun pengabdian terkait potensi mangrove terus dilakukan. Harapannya biaya operasional nelayan semakin rendah sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir juga meningkat,” katanya.

Program ini didanai oleh Politeknik Negeri Jakarta melalui Skema Utama Berdampak Nomor Kontrak 613/DST/PL3.14/B/PM.01.03/2026. Melalui kegiatan tersebut, PNJ Kampus Demak berharap pemanfaatan mangrove sebagai sumber energi terbarukan dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Tambakbulusan.rie-she

You Might Also Like

Santri Life Skill Daarun Najaah Ikuti Baiat Thoriqoh Qodiriyah
Polda Jateng Periksa Pembuat Konten Bos Sukolilo
16 Tim Turun di Turnamen Sepak Bola USM Cup 2023
Tim PKKM Teknik Elektro USM Gelar Workshop Integrasi Pelaksanaan MBKM
Hadapi Tantangan 2023, Telkom Perkuat Fundamental dengan Lima Strategi Utama
TAGGED:Mangrove Jadi Energi Baru NelayanPNJ Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?