Menag Nasaruddin Umar Nikahkan Pasangan Muda di Semarang, Ajak Pengantin Rawat Cinta dan Alam

4 Min Read
Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang makna pernikahan, peran negara dalam memudahkan layanan keagamaan, hingga pentingnya menjaga kelestarian alam melalui konsep Eko-Teologi.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Bimas Islam Mantu yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).

Kehadiran Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, memberikan makna tersendiri bagi para pengantin dan keluarga yang hadir dalam acara tersebut.

Tidak hanya menjadi saksi kebahagiaan pasangan yang menikah, Menag juga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang makna pernikahan, peran negara dalam memudahkan layanan keagamaan, hingga pentingnya menjaga kelestarian alam melalui konsep Eko-Teologi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program Gemah KUA (Gerakan Jumat Aman, Sehat, Resik, Indah, Asri) yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Salah satu pasangan yang berbahagia pada kesempatan tersebut adalah Brian Fatihatul Syifa (27) dan Ajeng Dwi Pratmawati (26), yang melangsungkan akad nikah di hadapan Menteri Agama.

Dalam nasihat pernikahannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar proses administratif atau penyatuan dua keluarga, melainkan sebuah peristiwa spiritual yang sangat sakral.

“Perkawinan disebut sakral karena kita menghalalkan sesuatu yang tadinya haram menjadi halal atas nama Allah SWT. Perjanjian ini adalah Mitsaqan Ghalizha, perjanjian suci yang kokoh.

Perkawinan itu seperti karet, ia melar saat ada konflik, tetapi fitrahnya selalu ingin kembali mengkerut dan bersatu,” tutur Menag.

Ia mengingatkan pasangan yang baru membangun rumah tangga agar selalu menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap dinamika rumah tangga sebaiknya diselesaikan di atas sajadah melalui doa, musyawarah, dan kesabaran.

Menag juga berpesan kepada para orang tua agar memberikan ruang bagi anak-anak mereka yang telah berumah tangga untuk membangun kehidupan sendiri tanpa intervensi yang berlebihan.

Pada kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pernikahan yang mudah, murah, dan khidmat melalui KUA.

Menurutnya, masih banyak anak muda yang menunda pernikahan karena khawatir dengan tingginya biaya penyelenggaraan pesta.

“Negara hadir untuk melayani warga. Melalui KUA, pernikahan bisa berjalan dengan mudah, meriah, khidmat, dan tetap sah secara agama maupun negara dengan adanya buku nikah berlogo Garuda. Tidak ada ongkos apa pun jika menikah di KUA,” tegasnya.

Pesan yang paling menarik perhatian dalam acara tersebut adalah gagasan Eko-Teologi yang tengah dikembangkan Kementerian Agama.

Melalui program ini, pasangan pengantin baru didorong untuk menanam pohon sebagai simbol tanggung jawab terhadap kehidupan dan kelestarian lingkungan.

Menag menjelaskan bahwa hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan. Ia menggambarkan filosofi rumah tangga melalui konsep makrokosmos dan mikrokosmos.

“Langit adalah suami dan bumi adalah istri. Pohon-pohon yang tumbuh adalah anak kandung dari langit dan bumi. Karena itu, penanaman pohon bagi pengantin baru merupakan simbolisasi perawatan alam semesta. Belajarlah merawat anak dengan terlebih dahulu belajar merawat pepohonan,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin Umar, gerakan ini memiliki dampak besar jika dilakukan secara masif. Dengan rata-rata sekitar 2,2 juta pasangan menikah setiap tahun di Indonesia, jutaan pohon baru dapat tumbuh dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kementerian Agama hadir untuk menghidupkan kembali paru-paru dunia. Tanpa alam semesta yang sehat, tidak akan ada manusia yang sehat. Manusia, alam, dan Tuhan harus menyatu tanpa jarak,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, jajaran Kementerian Agama Semarang Raya, unsur Forkopimcam Semarang Selatan, serta keluarga besar para mempelai yang ikut menyaksikan momen istimewa tersebut. St

 

Share This Article