By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mendorong Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia dan GBCI Gelar Indonesia Green Building Festival 2026 di Yogyakarta
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mendorong Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia dan GBCI Gelar Indonesia Green Building Festival 2026 di Yogyakarta

Jatengdaily.com
Published: 15 September 2026 21:16
Share
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)—anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)—bergandengan tangan dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) menggelar Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Senin (14/9/2026). Foto: dok
SHARE

YOGYAKARTA (Jatengdaily.com) — Perubahan iklim yang makin mengancam lewat peningkatan suhu dan anomali cuaca kini memicu perubahan mendasar pada arah pembangunan.

Sektor konstruksi, yang terus bertumbuh demi menyokong kebutuhan perkotaan, kini tidak lagi cukup hanya mengejar fungsi dan estetika, melainkan juga wajib menekan jejak karbon demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia.

​Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)—anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)—bergandengan tangan dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) menggelar Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Senin (14/9/2026).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow di lima kota besar, yakni Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, dan Surabaya.

​Mengangkat tema “Living Net Zero”, forum ini mempertemukan para praktisi konstruksi, arsitek, akademisi, hingga regulator untuk membedah inovasi dan strategi wujud nyata bangunan ramah lingkungan.

​Ketua GBCI Yogyakarta, Daud Tjondrorahardja, menegaskan bahwa prinsip bangunan hijau harus menjadi gerakan masif yang melibatkan seluruh ekosistem pembangunan.

​“Keterlibatan industri bahan bangunan, perencana, pengembang, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sangat penting agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara luas, sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi jangka panjang,” tutur Daud.

​Material Ramah Lingkungan Jadi Kunci Transformation

​Dalam kesempatan yang sama, Product Advocacy Specialist SIG, Arief Sutanto, menekankan pentingnya sinergi antara desain bangunan dan pemilihan material sejak tahap perencanaan.

​“Pencapaian Net Zero Emission membutuhkan aksi kolektif secara konsisten, termasuk melalui penggunaan material rendah karbon dan solusi konstruksi yang berkelanjutan,” terang Arief.

​SBI sendiri terus berinovasi menekan emisi pada proses produksinya melalui penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, efisiensi energi, hingga pemanfaatan energi terbarukan. Selain semen tipe khusus dan solusi stabilisasi tanah, SBI menghadirkan inovasi seperti:

​ThruCrete: Beton berpori yang mampu menyerap air hujan ke dalam tanah untuk mencegah genangan.

SpeedCrete: Beton cepat kering yang mempercepat perbaikan jalan tanpa mengganggu mobilitas warga dalam waktu lama.

​Jejak Hijau di Yogyakarta

​Dukungan SBI terhadap pembangunan berkelanjutan di Yogyakarta telah terbukti pada sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM)—super creative hub terbesar di Asia Tenggara yang resmi meraih sertifikasi Bangunan Gedung Hijau dari GBCI berkat penerapan standar GREENSHIP.

​Selain GIK UGM, SBI turut mendukung serangkaian fasilitas pendidikan di UGM yang telah tersertifikasi GREENSHIP, seperti Smart and Green Learning Center, Engineering Research and Innovation Center, hingga beberapa gedung lain seperti Animal Science Learning Center dan Dental Learning Center yang telah berhasil meraih predikat GOLD pada tahap final assessment.

​“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2060,” pungkas Arief. St

You Might Also Like

PSIS Poles Finishing di Latihan Jelang Hadapi Arema
Ribuan Orang Ikuti Tahlilan Bung Karno di Kompleks Benteng Vastenburg Solo
Juara 1 Pomnas 2019, Atlet Voli Untag Diberi Beasiswa
Boyolali Bentuk Satgas ‘Jogo Kewan’ Tangani PMK
Dukung Optimalisasi Pendapatan Daerah, Pertamina Patra Niaga JBT Setorkan Rp 2,6 Triliun ke Pemerintah Jateng dan DIY
TAGGED:di YogyakartaGelar Indonesia Green Building Festival 2026Mendorong Konstruksi Rendah KarbonSolusi Bangun Indonesia dan GBCI
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?