By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Menebar Kasih di Bumi, Menuai Cinta di Langit:Pesan Teduh Pengajian Bakda Dhuhur di MAJT
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Tausiyah

Menebar Kasih di Bumi, Menuai Cinta di Langit:Pesan Teduh Pengajian Bakda Dhuhur di MAJT

Last updated: 20 Februari 2026 05:23 05:23
Jatengdaily.com
Published: 19 Februari 2026 16:24
Share
Sekretaris PP MAJT, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag menyampaikan Kajian Kitab Nashoihul Ibad, seni hidup tenang ala Syekh Nawawi Al Bantani di MAJT, Kamis 19 Februari 2026. Foto: IG MAJT
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (19/2/2026), saat para jemaah mengikuti kajian Kitab Nashoihul Ibad bakda dhuhur yang disampaikan Sekretaris PP MAJT, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag.

Kajian Kitab Nashoihul Ibad, seni hidup tenang ala Syekh Nawawi Al Bantani, bakda dhuhur merupakan program kajian Kitab yang dilaksanakan setiap hari bakda dhuhur selama bulan Ramadhan di MAJT.

Pengajian yang mengangkat tema “Menebar Kasih di Bumi, Menuai Cinta di Langit” itu juga disiarkan langsung melalui MAJT TV sehingga dapat diikuti masyarakat secara luas.

Dalam tausiyahnya, KH Muhyiddin menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba bukanlah seberapa terkenal ia di mata manusia, melainkan seberapa dekat ia dengan Allah SWT.

Ia mengingatkan, banyak orang yang mungkin tidak dikenal di bumi, tidak viral, tidak memiliki banyak pengikut, tetapi justru menjadi “selebritas” di langit karena ketulusan amal dan kebersihan hatinya.

“Boleh jadi kita tidak terkenal di dunia, tidak punya nama besar, tetapi jika kita ikhlas menebar kasih dan berbuat baik, kita bisa menjadi ‘seleb di langit’—dicintai Allah dan disebut-sebut oleh para malaikat,” ujarnya di hadapan jemaah.

Menurutnya, kasih sayang merupakan inti ajaran Islam. Menebar kebaikan tidak harus dalam bentuk besar dan terlihat publik. Senyum, doa, membantu sesama secara diam-diam, menjaga lisan dari menyakiti orang lain—semua itu adalah bentuk kasih yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa di era media sosial saat ini, manusia sering berlomba menjadi terkenal dan diakui.

Namun, ketenaran duniawi belum tentu berbanding lurus dengan kemuliaan di akhirat. Justru, kata dia, amal yang tersembunyi dan dilakukan dengan penuh keikhlasan sering kali lebih dicintai Allah.

Pengajian bakda dhuhur di MAJT menjadi ruang refleksi spiritual bagi jemaah untuk kembali meluruskan niat dan memperbaiki diri. Dengan siaran langsung MAJT TV, pesan-pesan dakwah tersebut menjangkau lebih luas, mengajak umat untuk lebih fokus pada kualitas iman dan amal.

Melalui tema yang disampaikan, KH Muhyiddin berharap umat Islam tidak terjebak dalam ambisi popularitas dunia, tetapi berlomba-lomba menjadi pribadi yang dirindukan langit—menebar kasih di bumi dan menuai cinta di sisi-Nya. St

You Might Also Like

Nomenklatur KUB Masuk di Struktur Pengurus RT
Ramadan Tinggal Setengah: Bertahan atau Kalah?
Hukum Tidak Mencukupi, Agama Menyempurnakan
Ramadan, Mengharap Maghfirah Menuju Mardhotillah
Bercermin dan Meneladani Rasulullah
TAGGED:Menebar Kasih di BumiMenuai Cinta di LangitPesan Teduh Pengajian Bakda Dhuhur di MAJT
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?