By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mengusap Air Mata dan Menerima Diri: Ketika Film Istimewa Menyentuh Hati Publik Semarang
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
EntertainmentSeni Budaya

Mengusap Air Mata dan Menerima Diri: Ketika Film Istimewa Menyentuh Hati Publik Semarang

Last updated: 13 Agustus 2026 19:44 19:44
Jatengdaily.com
Published: 13 Agustus 2026 19:44
Share
Gelombang kehangatan dan rasa haru dari film Istimewa terus menjangkau para pencinta bioskop di Indonesia. Rangkaian sapa penonton berlanjut ke Kota Semarang. Foto: sunarto
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gelombang kehangatan dan rasa haru dari film Istimewa terus menjangkau para pencinta bioskop di Indonesia.

Sukses menyentuh hati penonton lewat gelaran cinema visit dari Kairos Pictures di Ciwalk Bandung sebelumnya, rangkaian ajang sapa penonton ini berlanjut ke Kota Lumpia.

Bertempat di XXI Paragon Mall Semarang pada Rabu (12/8), agenda ini menjadi ruang perjumpaan yang begitu hangat, emosional, dan penuh makna.

​Suasana bioskop dipenuhi momen emosional yang intens. Tak sedikit penonton yang terlihat mengusap air mata seusai menyaksikan cuplikan dan narasi film. Kejujuran cerita yang dibawakan begitu menghujat dada, hingga suasana haru berlanjut saat lampu bioskop kembali dinyalakan.

Sebagian besar penonton—yang didominasi oleh kalangan remaja—tampak tak mau melewatkan kesempatan emas tersebut. Dengan antusias, mereka berdesakan dan berebut antrean untuk sekadar berfoto bersama tiga pemeran utama yang hadir langsung di lokasi.

​Tiga pemeran film Istimewa—Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), dan Bambang Ceper—hadir menyapa publik Semarang dengan senyum hangat. Mereka membagikan kebahagiaan sekaligus menyaksikan langsung bagaimana kisah yang mereka bawakan mampu menggetarkan emosi penonton.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan momen krusial untuk menggaungkan kembali pesan mendasar: mengajak masyarakat memandang teman-teman disabilitas sebagai manusia yang utuh, lengkap dengan mimpi, keberanian, kasih sayang, humor, dan keistimewaan masing-masing.

​Kesan mendalam turut dirasakan oleh Ayang, Humas Universitas Semarang (USM), yang hadir dalam kesempatan tersebut. Ia mengaku sangat kagum dengan alur cerita dan kedalaman makna yang disampaikan film Istimewa. Menurutnya, film ini bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan sebuah media edukasi yang kaya akan nilai kehidupan.

​”Ceritanya luar biasa dan memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Film seperti ini sangat layak untuk disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Ayang usai mengikuti jalannya rangkaian cinema visit.

​Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri—yang akrab disapa Pak Mansuri atau Ayah Mans—mengungkapkan harapannya agar karya ini mampu secara perlahan mengubah cara pandang publik yang selama ini kerap terpaku pada keterbatasan.

​”Saya berharap lewat film Istimewa, teman-teman kita yang selama ini disebut disabilitas tidak lagi hanya dilihat dari kekurangannya. Mereka punya mimpi, mereka punya keberanian, mereka punya kasih sayang, dan mereka juga bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Jadi buat saya, mereka bukan hanya disabilitas, mereka adalah orang-orang yang istimewa,” ujar Ayah Mans.

​Lebih mendalam, Ayah Mans juga menyoroti pentingnya pergeseran penggunaan bahasa di tengah masyarakat saat menyapa teman-teman disabilitas.

​”Kalau boleh saya berharap, suatu hari bahkan KBBI bisa mengubah cara kita menyebut mereka. Karena ketika seseorang terus disebut dari kekurangannya, kita bisa lupa bahwa di balik itu ada manusia dengan begitu banyak hal yang bisa diberikan. Saya ingin kita mulai melihat mereka sebagai manusia yang istimewa,” lanjutnya.

​Namun, kedalaman narasi Istimewa tidak berhenti pada edukasi tentang disabilitas. Film ini dirancang sebagai cermin reflektif bagi setiap penonton untuk melihat kembali ke dalam diri sendiri.

Setiap individu bergulat dengan latar belakang keluarga, dinamika kehidupan, dan kekurangannya masing-masing. Hal-hal yang kerap dilabeli sebagai kelemahan justru bisa menjadi fondasi utama yang membentuk karakter unik seseorang.

​”Film ini sebenarnya bukan hanya untuk anak-anak disabilitas. Ini untuk kita semua. Siapa pun kita, apa pun latar belakang keluarga kita, apa pun kekurangan yang kita punya, kita semua pasti punya sesuatu yang membuat kita istimewa. Jadi saya berharap setelah menonton film ini, kita tidak hanya mengatakan mereka istimewa, tapi juga bisa mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya istimewa, dan kamu juga istimewa,” tutur Ayah Mans.

​Perspektif senada disampaikan oleh Bambang Ceper. Aktor muda ini menegaskan bahwa Istimewa hadir tanpa menjual rasa iba, melainkan menyodorkan daya juang dan potensi yang nyata.

​”Menurut saya, Istimewa bukan film yang meminta orang untuk merasa kasihan kepada teman-teman disabilitas. Justru kita diajak untuk melihat bahwa mereka punya kemampuan, punya mimpi, punya cerita, dan bisa melakukan banyak hal seperti kita. Semoga setelah menonton film ini, orang-orang tidak lagi melihat mereka dari kekurangannya, tetapi dari apa yang bisa mereka lakukan dan dari keistimewaan yang mereka punya,” ujar Bambang Ceper di hadapan antusiasme penonton Semarang.

​Kehadiran para pemain dalam cinema visit di XXI Paragon Mall Semarang makin memperkuat misi inklusivitas yang diusung. Melalui interaksi jarak dekat dan momen kebersamaan yang tulus, semangat kesetaraan dan penerimaan diri berhasil dibawa semakin dekat ke hati para penonton.

​Pada akhirnya, Istimewa menyampaikan pesan universal bahwa keistimewaan bukanlah milik segelintir orang yang terlihat berbeda saja, melainkan setiap jiwa yang terus berjuang menghargai dirinya sendiri.

​Satu hal yang pasti: Aku istimewa. Dan kamu juga istimewa.

​Bagi publik yang sudah tidak sabar menyaksikan kisah penuh inspirasi ini, film Istimewa dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Sunarto

You Might Also Like

Forwan Dukung Parade Indonesia di New York
Masjid Agung Demak jadi Pilihan untuk I’tikaf di Bulan Ramadan
Gegara Tampil Perlente, Kemampuan Panglima Langit Diragukan
Olla Ramlan Teringat Masa Kecil Saat di Banjarmasin
Moderasi Beragama Investasi Jangka Panjang
TAGGED:Ketika film IstimewaMengusap Air Mata dan Menerima DiriMenyentuh Hati Publik Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?