JAKARTA (Jatengdaily.com) – Pagi itu, senyum Sutimo (59) tampak berbeda. Ada rasa lega yang tak biasa, seolah beban perjalanan panjang yang selama ini ia pikul perlahan luruh.

Tukang bangunan yang sehari-hari bekerja di kawasan Balaraja, Tangerang, Banten itu akhirnya bisa mudik bersama istri dan dua anaknya—dalam satu perjalanan, satu kendaraan, dan satu kebahagiaan utuh menuju kampung halaman di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi pria asal Wonogiri, Jawa Tengah tersebut, momen ini bukan sekadar perjalanan pulang. Ini adalah pengalaman yang selama bertahun-tahun hanya bisa dibayangkan.
“Dulu kalau mudik saya naik motor, sementara istri dan anak-anak naik bus. Sekarang usia juga sudah tidak muda, jadi faktor keselamatan benar-benar jadi pertimbangan. Terima kasih kepada SIG yang sudah memberikan kesempatan untuk ikut program ini, sangat membantu sekali,” ujar Sutimo dengan mata berbinar.
Selama ini, keterbatasan biaya memaksa keluarganya menempuh perjalanan mudik secara terpisah. Selain melelahkan, pilihan itu juga menyimpan risiko, terutama bagi Sutimo yang harus mengendarai motor jarak jauh. Namun tahun ini, melalui Program Mudik Bersama BUMN 2026, cerita itu berubah.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjadi salah satu BUMN yang turut menghadirkan kebahagiaan tersebut.
Sebanyak 1.653 pemudik diberangkatkan dari berbagai daerah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, Aceh, hingga Sumatra Barat menuju beragam kota tujuan di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara Timur.
Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sejak 13 hingga 18 Maret 2026, menggunakan 20 unit bus dan satu kapal laut.
Di balik angka-angka itu, tersimpan ribuan kisah haru—tentang rindu yang akhirnya terobati dan perjalanan yang kini terasa lebih aman dan layak.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyebut program ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya membangun kedekatan dan harmoni dengan masyarakat, khususnya para tukang yang menjadi mitra usaha SIG.
“Melalui Program Mudik Bersama, SIG ingin menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan tukang melalui pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan,” ujarnya.
SIG juga memastikan perjalanan para pemudik berlangsung dengan standar keselamatan tinggi.
Para pengemudi telah menjalani tes kesehatan, armada diperiksa kelayakannya, serta peserta dibekali berbagai fasilitas seperti asuransi perjalanan, obat-obatan, hingga kebutuhan konsumsi selama perjalanan.
Tak berhenti pada program mudik, semangat berbagi SIG juga hadir dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang digelar sejak 20 Februari hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjangkau delapan provinsi di Indonesia, dengan total puluhan ribu bantuan yang disalurkan.
Sebanyak 37.933 paket sembako dibagikan kepada masyarakat, disertai santunan untuk 1.463 anak yatim dan duafa, 100 penyandang disabilitas, serta bantuan bagi guru TPQ, tokoh agama, hingga operasional puluhan panti asuhan dan tempat ibadah.
Di berbagai daerah operasional, anak usaha SIG turut bergerak. Dari Sumatra Selatan hingga Sumatra Barat, dari Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan, bantuan mengalir dalam beragam bentuk—mulai dari sembako, santunan, hingga dukungan kegiatan Ramadan di masjid dan pesantren.
Bagi Sutimo, mungkin semua angka itu tak terlalu penting. Yang ia rasakan adalah sesuatu yang jauh lebih sederhana, namun bermakna: perjalanan pulang tanpa rasa khawatir, duduk berdampingan dengan keluarga, dan harapan bahwa kebersamaan seperti ini bisa terus terulang di tahun-tahun mendatang.
Di kursi bus yang melaju menuju Yogyakarta, Sutimo tak lagi sendiri di jalan. Ia pulang, bersama keluarganya—dan bersama rasa aman yang selama ini ia rindukan. Sunarto


