By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Ngaji Kebangsaan di USM, Mbah Munif Ajak Jamaah Memaknai Iman sebagai Ketenangan Hidup
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Ngaji Kebangsaan di USM, Mbah Munif Ajak Jamaah Memaknai Iman sebagai Ketenangan Hidup

Last updated: 6 Juni 2026 14:26 14:26
Jatengdaily.com
Published: 5 Juni 2026 14:26
Share
Universitas Semarang (USM) menggelar Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan di Auditorium Prof H Muladi, pada Selasa (2/6/2026) malam. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) menggelar Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan di Auditorium Prof H Muladi, pada Selasa (2/6/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri 150 peserta itu menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen, Demak, KH Munif Muhammad Zuhri atau yang akrab disapa Mbah Munif.

Acara tersebut turut dihadiri Rektor USM yang juga Ketua Forum Santri Lintas Profesi, Dr Supari ST MT, Sekretaris Forum Santri Lintas Profesi Dr Muhammad Ja’far S MSi Ak CA, Prof Dr Muhammad Haddin, Prof Dr Slamet Imam Wahyudi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, wartawan, advokat, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi seperti Undip, Unissula, UPGRIS, dan Unnes, hingga masyarakat umum. Mereka tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan dalam suasana yang penuh kekhusyukan.

Dalam ceramahnya, Mbah Munif mengajak jamaah memahami makna iman secara lebih mendalam. Menurutnya, iman tidak cukup dimaknai hanya sebagai kepercayaan kepada Tuhan, melainkan juga harus menghadirkan rasa aman dan ketenteraman dalam kehidupan.

“Iman memiliki makna yang sangat luas. Bukan hanya percaya, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Dia mencontohkan hubungan seseorang dengan sahabat yang dipercaya sepenuhnya. Ketika kepercayaan itu tumbuh, seseorang akan merasa tenang tanpa dibayangi rasa khawatir. Hal serupa, kata dia, semestinya terjadi dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Menurut Mbah Munif, orang yang benar-benar beriman akan merasa tenteram dalam menjalani kehidupan karena meyakini seluruh ketentuan Allah mengandung kebaikan. Dengan keyakinan tersebut, seseorang tidak mudah gelisah menghadapi berbagai persoalan dunia.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tidak boleh berhenti pada aspek formal semata. Esensi tertinggi dari ibadah adalah kemampuan manusia untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT.

“Shalat, puasa, zakat, dan haji adalah bagian dari pengabdian. Namun puncaknya adalah ketika seseorang benar-benar berserah diri kepada Allah,” tuturnya.

Mbah Munif juga menyinggung berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak musibah dan konflik yang muncul bukan disebabkan oleh dunia itu sendiri, melainkan oleh perilaku manusia yang kerap mengabaikan nilai-nilai kebaikan.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk lebih fokus melakukan introspeksi daripada sibuk menyalahkan keadaan.

“Apa yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah diri kita sendiri. Jangan terlalu sibuk mengeluhkan keadaan, tetapi perbaiki diri terlebih dahulu,” pesannya.

Lebih lanjut, pengasuh Ponpes Girikusumo tersebut menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang tidak akan mengecewakan manusia adalah Allah SWT. Oleh sebab itu, kecintaan kepada Sang Pencipta harus ditempatkan di atas kecintaan terhadap apa pun yang bersifat duniawi.

Dia juga mengingatkan bahwa tujuan hidup manusia tidak semata-mata untuk mengejar kecerdasan, kekayaan, atau jabatan. Semua pencapaian tersebut hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup yang sesungguhnya merupakan milik Allah SWT.

“Hidup ini bukan hanya tentang menjadi orang pintar, kaya, atau memiliki kedudukan tinggi. Hidup ini milik Allah,” tegasnya.

Menurutnya, ketika kesadaran spiritual tersebut tertanam kuat dalam diri seseorang, maka perbedaan status sosial maupun kondisi ekonomi tidak lagi menjadi sumber kegelisahan. Baik kaya maupun miskin, pintar maupun sederhana, semuanya dapat dijalani dengan penuh ketenangan.

Menutup tausiahnya, Mbah Munif menyampaikan refleksi bahwa dunia pada hakikatnya tidak memiliki masalah. Justru manusialah yang sering kali menciptakan persoalan melalui cara berpikir dan tindakannya.

“Dunianya tidak ada masalah. Kitalah yang sering membuat masalah,” pungkasnya.

Dia berharap, melalui kegiatan Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan ini, para peserta dapat memperkuat kesadaran spiritual, memperdalam makna pengabdian kepada Allah SWT, serta menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang dan penuh keikhlasan. St

You Might Also Like

Untag Semarang dan Perumda Air Minum Tirta Moedal Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Rayakan Dies ke-38, STIEMA Bidik Jadi Universitas
Unissula Buka Jalur Prestasi Mandiri 50 Persen, Berikut Syarat dan Ketentuannya
Mahasiswa Unissula Juara Duta Baca Kota Semarang
Mahasiswa Untag Dilantik Wakil Walikota Semarang Jadi Pengurus Baru Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa
TAGGED:Ajak Jamaah Memaknai Iman sebagai Ketenangan HidupMbah MunifNgaji Kebangsaan di USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?