JAKARTA (Jatengdaily.com) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tengah mengkaji rencana pembelian kembali (buyback) saham Perusahaan di tengah dinamika pasar saham domestik.
Langkah dan kajian atas rencana aksi korporasi ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi Perusahaan serta ketentuan regulator, sebagai bentuk implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan upaya menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan bahwa SIG terus mencermati perkembangan pasar saham domestik secara menyeluruh dan siap mengambil langkah-langkah strategis, termasuk opsi buyback saham.
Rencana ini dipertimbangkan secara cermat berdasarkan kondisi internal Perusahaan dan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13/2023.
“Kajian atas rencana buyback saham dilakukan secara cermat untuk mendukung kinerja Perusahaan dan menjaga kepentingan pemegang saham.”
“Di tengah dinamika pasar saham domestik, SIG menegaskan keyakinan dan kepercayaan Perusahaan atas fundamental kuat yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja dan mencapai pertumbuhan dalam jangka panjang.”
“Di saat yang bersamaan, hal ini menjadi indikasi bagi investor bahwa harga saham saat ini tidak serta-merta mencerminkan fundamental SIG yang sesungguhnya,” ujar Indrieffouny Indra.
Lebih lanjut, Indrieffouny menambahkan bahwa SIG terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memaksimalkan setiap peluang serta sumber daya (resource) yang dimiliki. Hal ini dilakukan demi meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha Perusahaan dalam jangka panjang.
Sebagai pemimpin industri, SIG didukung oleh beragam solusi bahan bangunan inovatif yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan konstruksi. Selain itu, operasional Perusahaan diperkuat oleh jaringan produksi dan distribusi yang luas hingga mampu menjangkau kawasan terpencil.
Segala keunggulan operasional dan fondasi bisnis yang kokoh tersebut menjadi pijakan utama bagi SIG untuk terus mengoptimalkan kinerja dan menggapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan ke depan. St



