Panen Raya Demak Berlimpah, Produktivitas Padi Tembus 6,7 Ton per Hektare

3 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat menyerahkan bantuan bibit padi pada petani bersamaan panen raya di Desa Jatirejo Karanganyar. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Sektor pertanian Kabupaten Demak kembali menunjukkan performa yang membanggakan.

Pada musim tanam (MT) II tahun 2026, produktivitas padi di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini mencapai rata-rata 6,7 ton per hektare.

Hasil tersebut disambut optimistis oleh petani karena dibarengi harga gabah yang tetap tinggi di pasaran.

Capaian itu terungkap dalam kegiatan panen raya yang digelar di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Senin. Acara tersebut dihadiri Bupati Demak Eisti’anah, jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, perwakilan pemerintah pusat, kelompok tani, serta unsur TNI dan Polri.

Bupati Demak Eisti’anah menyebut hasil panen musim ini tergolong sangat baik. Selain produktivitas yang meningkat, petani juga mendapatkan keuntungan dari harga gabah yang relatif stabil dan menguntungkan.

“Alhamdulillah hasilnya bagus, harganya pun juga bagus. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton,” kata Bupati Eisti’anah, Senin (08/06/2026).

Menurutnya, sejumlah kecamatan di Demak telah menuntaskan panen, sementara beberapa wilayah lainnya masih dalam proses. Kecamatan Gajah menjadi salah satu daerah yang telah menyelesaikan panen lebih awal. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk mengetahui total produksi padi secara keseluruhan pada musim tanam kali ini.

Hingga Juni 2026, luas panen padi di Kabupaten Demak tercatat mencapai sekitar 53.602 hektare. Angka tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Demak dalam mendukung pasokan beras di Jawa Tengah maupun tingkat nasional. Namun untuk musim tanam ketiga, luas tanam diperkirakan tidak sebesar musim sebelumnya karena menyesuaikan kondisi musim dan ketersediaan sumber air.

Kabar baik lainnya datang dari harga gabah kering panen (GKP) yang saat ini berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram. Harga tersebut dinilai mampu menjaga pendapatan petani tetap stabil meskipun beberapa wilayah masih menghadapi tantangan serangan hama tanaman.

Eisti’anah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai semakin berpihak kepada petani. Program penyerapan hasil panen, kemudahan akses pupuk, hingga dukungan sarana produksi pertanian telah memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

“Kami melihat perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, sangat besar kepada petani. Kebijakan penyerapan hasil panen membuat harga gabah lebih baik sehingga petani ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, menegaskan pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Mulai dari penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi, hingga penguatan jaringan irigasi dan program pompanisasi.

“Kami terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus kami pantau agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” tegasnya. rie-she

Share This Article