Pengajian Ramadan MT As-Sakinah BKKBN Jateng: Jamaah Diajak Menghidupkan Ihsan dalam Ibadah dan Kehidupan

Para jamaah anggota Majelis Taklim As-Sakinah Juang Kencana Komisariat BKKBN Jawa Tengah berfoto bersama di akhir kegiatan. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan terasa di Masjid As-Sakinah saat Majelis Taklim As-Sakinah Juang Kencana Komisariat BKKBN Jawa Tengah menggelar pengajian Ramadan, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang diikuti para pensiunan BKKBN Jawa Tengah itu menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di bulan suci yang penuh berkah.

Pengajian menghadirkan dua penceramah, yakni Ustaz Asnawi dan Ustaz M. Munir. Dalam tausiyahnya, keduanya mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah serta meningkatkan amal kebajikan dengan penuh kesungguhan.

Dalam penyampaian materinya, Ustaz Asnawi menguraikan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang pentingnya menerapkan prinsip ihsan dalam setiap perbuatan.

Menurutnya, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan ihsan—yakni melakukan segala sesuatu dengan cara yang terbaik—dalam setiap aspek kehidupan manusia.

“Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah seseorang menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya,” jelas Asnawi di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa pesan utama hadis tersebut bukan sekadar soal tata cara penyembelihan, tetapi merupakan pelajaran moral yang sangat luas. Setiap tindakan manusia, bahkan yang paling sederhana sekalipun, harus dilakukan dengan tanggung jawab, kelembutan, dan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.

Asnawi juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan madrasah spiritual bagi umat Islam.

“Ramadan adalah bulan latihan rohani. Di sinilah kita belajar memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, serta memperhalus akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz M. Munir dalam ceramahnya memperkuat pesan tersebut dengan menekankan bahwa ihsan tidak hanya berlaku dalam hubungan manusia dengan sesama makhluk, tetapi juga dalam hubungan manusia dengan Allah SWT.

Menurutnya, salah satu contoh nyata ihsan dalam ibadah adalah melaksanakan salat dengan penuh kekhusyukan.

“Ihsan dalam salat berarti kita beribadah seakan-akan sedang melihat Allah. Jika kita tidak mampu melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kita,” ungkap Munir.

Ia juga menyinggung tentang pelaksanaan zakat, khususnya zakat fitrah. Menurutnya, zakat bukan sekadar memenuhi kewajiban minimal, tetapi juga bisa menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama.

“Jika ketentuannya zakat fitrah dengan beras 2,5 kilogram, akan lebih baik jika kita menambahkannya. Bisa juga disertai gula pasir, minyak goreng, teh, atau kopi agar penerima zakat merasakan kebahagiaan yang lebih,” jelasnya.

Baik Asnawi maupun Munir sepakat bahwa nilai ihsan harus tercermin dalam dua dimensi kehidupan sekaligus, yaitu hubungan vertikal dengan Allah SWT serta hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Keduanya juga memberikan motivasi kepada para anggota Majelis Taklim As-Sakinah yang sebagian besar merupakan pensiunan BKKBN Jawa Tengah agar terus meningkatkan amal kebajikan meskipun usia telah lanjut.

“Usia bukanlah penghalang untuk terus berbuat baik. Justru pengalaman hidup yang panjang menjadi bekal berharga untuk memperbanyak amal saleh,” ujar Munir.

Pengajian tersebut turut dihadiri Sekretaris BKKBN Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, yang memberikan motivasi kepada para jamaah. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat anggota Majelis Taklim As-Sakinah yang tetap aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

Ketua MT As-Sakinah, Sujarno, dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para jamaah yang tetap bersemangat menghadiri pengajian.

“Meskipun rata-rata sudah lanjut usia, semangat para anggota untuk hadir dan menimba ilmu agama tetap luar biasa. Ini menunjukkan bahwa belajar memperbaiki ibadah tidak mengenal usia,” ujarnya.

Menurut Sujarno, pengajian tersebut merupakan putaran terakhir dari rangkaian kegiatan majelis taklim selama Ramadan tahun ini. Karena itu, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antaranggota.

Menjelang akhir acara, para jamaah saling berjabat tangan dan bermaafan sebagai tradisi menjelang Idulfitri. Suasana haru dan penuh kehangatan terlihat ketika para anggota saling menyapa dan bertukar doa, menandai kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Pada kesempatan itu pula, panitia memberikan penghargaan berupa suvenir dan bingkisan kepada para ustaz yang selama ini secara rutin mengisi pengajian di MT As-Sakinah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kesetiaan dan kesabaran para penceramah dalam membimbing jamaah serta menyampaikan ilmu agama.

Dengan berakhirnya rangkaian pengajian Ramadan tahun ini, para anggota Majelis Taklim As-Sakinah berharap semangat beribadah dan mengamalkan nilai ihsan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, pengajian bukan hanya sarana menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan para pensiunan BKKBN Jawa Tengah. St

Share This Article
Exit mobile version